JAKARTA, Tandaglobal.news — Rincian mengenai bagaimana Mojtaba Khamenei selamat dari serangkaian serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Februari 2026 mulai terungkap. Informasi tersebut disampaikan oleh seorang ulama Iran, Mohsen Heydari, dalam wawancara dengan media Al Araby.
Menurut keterangan Heydari, Mojtaba sempat mengalami luka dalam serangan awal yang juga menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Setelah terluka, Mojtaba dibawa untuk mendapatkan perawatan di sebuah rumah sakit di Teheran.
Namun, rumah sakit tersebut kemudian turut terkena serangan. Heydari menyebut Mojtaba kemudian dipindahkan ke rumah sakit lain, yang juga menjadi sasaran serangan. Dalam serangan berikutnya, Mojtaba disebut berada di dalam rumah sakit yang terkena dampak dan akhirnya berhasil dievakuasi dari reruntuhan.
Keterangan tersebut menggambarkan bahwa Mojtaba menghadapi setidaknya dua serangan selama rangkaian konflik pada Februari. Meski demikian, sejumlah detail mengenai lokasi dan kondisi Mojtaba tidak dapat diverifikasi secara independen dan terdapat perbedaan laporan mengenai bagaimana ia bertahan dalam serangan tersebut.
Mojtaba kemudian muncul sebagai pemimpin tertinggi Iran setelah kematian ayahnya. Sejak perang dengan AS dan Israel dimulai pada akhir Februari, ia disebut jarang atau belum terlihat di hadapan publik sehingga informasi mengenai keberadaannya menjadi perhatian media internasional.
Sebelumnya, laporan Reuters yang dikutip sejumlah media menyebut sumber-sumber Iran mengatakan Mojtaba selamat dari serangan AS-Israel yang menewaskan ayahnya. Versi tersebut berbeda dengan keterangan terbaru Heydari mengenai Mojtaba yang disebut sempat berada di rumah sakit dan kemudian dievakuasi dari reruntuhan.
Dengan adanya perbedaan keterangan tersebut, informasi mengenai kronologi lengkap bagaimana Mojtaba selamat masih perlu dipandang sebagai laporan berdasarkan keterangan pihak Iran, bukan fakta yang seluruhnya telah diverifikasi secara independen.


















Tinggalkan Balasan