WASHINGTON, Tandaglobal.news — Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendorong sekolah-sekolah di AS menyediakan lebih banyak makanan segar dan mengurangi konsumsi makanan ultra-proses melalui gerakan Make America Healthy Again (MAHA).

Namun, penerapannya di berbagai sekolah menghadapi sejumlah kendala. Banyak distrik sekolah belum memiliki fasilitas dapur yang memadai, peralatan memasak, tenaga kerja, maupun anggaran yang cukup untuk mengolah makanan dari bahan mentah.

Sejumlah distrik sekolah menilai perubahan tersebut tidak mudah dilakukan karena selama ini banyak sekolah bergantung pada makanan yang telah diproses atau diproduksi secara terpusat.

Pemerintah AS telah menyiapkan dana US$70 juta untuk membantu pengadaan peralatan dapur. Selain itu, sekitar US$30 juta dialokasikan untuk mencari metode yang lebih hemat dalam menyediakan makanan sekolah yang lebih sehat.

Namun, besaran bantuan tersebut dinilai masih belum mencukupi dibandingkan kebutuhan sekolah yang harus melakukan perubahan fasilitas dan sistem penyediaan makanan.

Mengutip CNBC Indonesia, Sabtu (3/10/2026), program makanan sehat yang didorong pemerintahan Trump menghadapi persoalan kesiapan sekolah.

Kondisi di lapangan menunjukkan perubahan menu tidak cukup hanya dengan mengganti jenis makanan yang disajikan.

Sekolah juga membutuhkan dapur yang layak, peralatan memasak, tenaga kerja yang cukup, serta anggaran untuk membeli dan mengolah bahan makanan segar.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah AS dalam menerapkan agenda MAHA.

Perubahan pola makan di sekolah pada akhirnya membutuhkan kesiapan infrastruktur dan sistem pendukung agar dapat diterapkan secara berkelanjutan.