
KEDIRI, Tandaglobal.news — Festival Kuliner Warisan Rasa Asia by Jangkrik Kuliner di Kediri menjadi kesempatan bagi sejumlah pelaku usaha kuliner untuk memperkenalkan sajian mereka kepada masyarakat. Salah satunya Cappadocia Turkish Shawarma yang kembali berpartisipasi dalam festival kuliner yang digelar di Kediri Town Square.
Cappadocia Turkish Shawarma menghadirkan menu khas berupa shawarma dengan pilihan isian daging sapi maupun ayam. Sajian tersebut dipadukan dengan mozzarella, sosis, makaroni, keju, serta sayuran.
Selain shawarma, tersedia pula menu cheese nachos bagi pengunjung yang ingin mencoba pilihan lainnya.
Peserta festival, Aris, mengatakan persiapan booth dilakukan dengan membagi area antara bagian depan dan belakang.
Bagian depan digunakan untuk menampilkan daging yang akan diolah, sedangkan bagian belakang digunakan untuk menyiapkan berbagai bahan isian.
“Untuk persiapannya, bagian depan kami gunakan untuk display daging, sedangkan di belakang kami menyiapkan bahan-bahan seperti sayuran, daging, keju dan bahan pendukung lainnya,” ujar Aris, Sabtu (5/9/2026).
Cappadocia Turkish Shawarma sendiri sudah dua kali mengikuti kegiatan atau event kuliner di wilayah Kediri.
Sebelumnya, mereka juga pernah berpartisipasi dalam event setelah Lebaran tahun lalu.
Dalam mengikuti berbagai event, operasional booth dilakukan secara bergantian oleh sejumlah anggota grup atau tim.
Sistem tersebut diterapkan agar setiap anggota dapat berbagi tugas dalam melayani pengunjung di berbagai lokasi kegiatan.
Aris mengungkapkan, pada event sebelumnya dirinya tidak bertugas di Kediri karena mendapatkan penugasan di Jakarta.
Sementara booth di Kediri tetap berjalan dengan dilayani oleh anggota grup lainnya.
Untuk festival kali ini, booth Cappadocia Turkish Shawarma beroperasi selama sekitar 12 jam setiap hari, mulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB.
Jam operasional tersebut disesuaikan dengan waktu berlangsungnya aktivitas pengunjung di area festival.
Menurut Aris, jumlah pengunjung biasanya mulai meningkat ketika memasuki sore hari hingga malam.
Kondisi tersebut semakin terasa saat akhir pekan, ketika masyarakat memiliki lebih banyak waktu untuk datang dan menikmati berbagai pilihan kuliner yang tersedia.
“Kalau pengunjung mulai ramai biasanya dari sore sampai malam. Saat weekend, terutama Sabtu dan Minggu, biasanya lebih ramai lagi,” katanya.



















Tinggalkan Balasan