

KEDIRI, Tandaglobal.news — Sebuah truk bernomor polisi L 8819 UG berukuran besar dengan kapasitas sekitar 15 ton terguling di kawasan utara CV Blangkon Tobacco, Jalan Gatot Kaca, Duiuran, Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Kecelakaan tersebut terjadi saat truk melintas di jalan yang kondisinya bergelombang dan terdapat bagian yang mengalami amblas. Berdasarkan keterangan warga, truk kemudian oleng hingga akhirnya terguling di sekitar lokasi.
Sopir diketahui mengemudikan truk seorang diri tanpa didampingi kernet.
Sejumlah informasi dari warga menyebutkan, sopir yang beralamat di wilayah Desa Badas tersebut diduga mengalami kondisi mengantuk saat berkendara.
Beruntung, sopir berhasil diselamatkan dan tidak mengalami luka serius.
Warga yang tinggal di sekitar lokasi langsung keluar setelah mengetahui kejadian tersebut untuk memberikan pertolongan.
Joko Suyono, warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian, menjadi salah satu warga yang membantu mengeluarkan sopir dari dalam kendaraan.
Warga juga memberikan minum dan membantu mengatur lalu lintas agar kondisi di sekitar lokasi tetap aman.
“Begitu mendengar ada kejadian, kami langsung keluar. Sopir kami bantu untuk dikeluarkan dari truk dan diberi minum. Alhamdulillah kondisinya selamat dan tidak mengalami luka serius,” ujar Joko, Jum’at (28/8/2026).
Menurut Joko, kondisi jalan di lokasi tersebut memang menjadi salah satu perhatian warga.
Permukaan jalan yang bergelombang dan terdapat bagian yang amblas dinilai dapat membahayakan kendaraan, terutama kendaraan dengan ukuran dan muatan besar.
Bahkan, lokasi tersebut disebut sudah beberapa kali menjadi tempat terjadinya kecelakaan.
Joko menyebut setidaknya sudah terdapat tiga kejadian kecelakaan di kawasan tersebut.
“Sebelumnya saya sudah memasang beberapa ban di tepi jembatan sebagai antisipasi kalau ada kendaraan yang oleng. Karena di sini memang sudah beberapa kali terjadi kecelakaan,” ungkapnya.
Proses evakuasi truk juga tidak mudah. Besarnya ukuran kendaraan dan muatan membuat warga membutuhkan bantuan peralatan khusus.
Untuk mengangkat dan memindahkan truk, diperlukan kendaraan derek atau katrol berkapasitas besar yang didatangkan dari wilayah lain.
Biaya proses derek tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp12 juta, mengingat kendaraan yang terguling memiliki ukuran besar dan membutuhkan penanganan khusus.
Warga berharap kondisi jalan di sekitar lokasi mendapat perhatian dan perbaikan sehingga potensi kecelakaan dapat diminimalkan.
Selain kondisi infrastruktur, pengemudi kendaraan juga diharapkan lebih berhati-hati, terutama ketika melintas pada malam hari.
Kejadian tersebut menjadi pengingat bagi para pengendara kendaraan berat untuk memastikan kondisi tubuh tetap prima sebelum melakukan perjalanan.
Istirahat yang cukup dan kewaspadaan menjadi hal penting untuk mencegah kecelakaan, terlebih saat melintasi ruas jalan yang memiliki kondisi permukaan kurang baik.




















Tinggalkan Balasan