KEDIRI, Tandaglobal.news Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan aspirasi warga Desa Sekoto terkait kompensasi dampak keberadaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sekoto telah ditindaklanjuti. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri kini menyiapkan kajian untuk menentukan bentuk dan besaran kompensasi yang dinilai paling tepat bagi masyarakat terdampak.

Kepala DLH Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti mengatakan, persoalan kompensasi sebelumnya telah dibahas dalam audiensi bersama warga pada Juni 2026.

Selain kompensasi, warga saat itu juga menyampaikan sejumlah permintaan, mulai dari perbaikan akses jalan menuju TPA hingga peningkatan penerangan jalan umum.

“Beberapa yang diminta itu terkait kompensasi, jalan ke Sekoto menuju TPA ditingkatkan dan diperbaiki, kemudian lampu penerangan jalan umum juga ada peningkatan,” kata Putut.

Untuk infrastruktur, kata dia, sebagian aspirasi warga telah ditindaklanjuti.

Perbaikan akses jalan menuju TPA saat ini telah berjalan, sementara peningkatan penerangan jalan umum juga telah dilakukan di sejumlah ruas, termasuk jalur menuju kawasan TPA.

Sementara untuk kompensasi, DLH tidak ingin menetapkan bentuk maupun besaran secara langsung tanpa dasar kajian.

Pemerintah daerah tengah menyiapkan kajian mengenai dampak negatif keberadaan TPA, termasuk aspek lingkungan, kesehatan, dan dampak lainnya yang dirasakan masyarakat.

Kajian tersebut nantinya akan dilakukan dengan melibatkan konsultan untuk menentukan skema kompensasi yang lebih proporsional.

“Nanti kita lakukan kajian oleh konsultan untuk menentukan kompensasi yang paling tepat dari semua aspek dampak. Termasuk masalah kesehatan dan masalah lainnya,” jelas Putut.

Menurutnya, kajian juga akan menentukan siapa saja warga yang berhak menerima kompensasi berdasarkan radius atau tingkat kedekatan dengan TPA.

Dengan demikian, tidak serta-merta seluruh warga mendapatkan bentuk dan besaran kompensasi yang sama.

“Kalau bicara dampak, nanti ada radius dari TPA. Apakah sama atau berdasarkan jarak, secara teknis akan dirumuskan dalam hasil kajian,” ujarnya.