Kediri, Tandaglobal.news — Alunan musik kentrung menggema di kawasan Wisata Sumber Obalan, Kabupaten Kediri, Jumat (31/7/2026) sore. Ratusan guru, pelajar, serta tamu undangan larut dalam pertunjukan budaya bertajuk Totok Kerot Nglamar Prabu Joyoboyo yang disajikan dalam gelaran Kala Senja di Bumi Panjalu.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi upaya menghidupkan kembali sejarah dan budaya lokal sebagai media pendidikan bagi generasi muda.

Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri menggelar kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter peserta didik melalui pelestarian budaya daerah.

Pertunjukan kentrung dipilih karena dinilai mampu menyampaikan nilai sejarah, kearifan lokal, serta identitas masyarakat Kediri dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Muhammad Solikin, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ia berharap pertunjukan budaya seperti Kala Senja di Bumi Panjalu tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi dapat digelar secara berkelanjutan.

“Harapan kami kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin. Terima kasih kepada Dinas Pendidikan beserta seluruh jajaran yang telah melaksanakan kegiatan ini untuk nguri-uri dan melestarikan budaya yang kita miliki, khususnya di Bumi Panjalu,” ujarnya.

Menurut Solikin, komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri terhadap dunia pendidikan juga terlihat dari besarnya alokasi anggaran.

Jika ketentuan minimal anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBD, Kabupaten Kediri telah mengalokasikan sekitar 30 persen.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa besarnya anggaran harus mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan peserta didik, hingga terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik.

“Bukan hanya anggarannya yang besar, tetapi bagaimana anggaran itu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak, orang tua, dan ekosistem pendidikan,” katanya.