
KEDIRI, Tandaglobal.news — Pemerintah Kabupaten Kediri mematangkan persiapan pelaksanaan apel Hari Santri Nasional (HSN) 2026 melalui gladi bersih di Desa Mukuh, Kecamatan Kayen Kidul, Rabu (21/10/2026). Apel yang dijadwalkan berlangsung Kamis (22/10/2026) itu diperkirakan diikuti sekitar 2.000 santri dari wilayah Kabupaten Kediri.
Apel tersebut menjadi penutup rangkaian peringatan HSN 2026 yang sebelumnya diisi dengan Expresi Santri selama 10 hari di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG).
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Pemkab Kediri melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, dan organisasi kemasyarakatan.
Pelaksana Teknis di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kabupaten Kediri, Yudistira Ardi Wirawan, mengatakan gladi bersih dilakukan untuk memastikan kesiapan petugas sebelum apel berlangsung.
Sejumlah unsur yang terlibat meliputi BPBD, bagian protokol, bagian umum, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Polres Kediri, dan Kodim.
“Rangkaian Expresi Santri selama 10 hari sudah terlaksana dengan lancar. Apel Hari Santri pada 22 Oktober besok menjadi penutup rangkaian kegiatan tahun ini, dengan perkiraan peserta sekitar 2.000 santri,” ujar Yudistira.
Ia menjelaskan, petugas apel tidak hanya berasal dari Nahdlatul Ulama (NU), tetapi juga melibatkan Muhammadiyah dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).
Keterlibatan berbagai organisasi keagamaan tersebut diharapkan dapat memperkuat kerukunan dan menjaga suasana kondusif di Kabupaten Kediri.
Melalui gladi bersih, panitia juga mengevaluasi kesiapan komandan apel, perwira upacara, paduan suara, dan korps musik.
Seluruh petugas diharapkan hadir tepat waktu serta menjalankan tugas sesuai dengan peran masing-masing.
Selain peserta apel, panitia mengundang unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), OPD terkait, Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umrah, organisasi kemasyarakatan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), serta para kiai, gus, dan masyayikh.
Jumlah undangan yang disiapkan untuk menempati tenda diperkirakan mencapai 120 orang.
Pelaksanaan apel HSN tahun ini menggunakan lokasi berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang biasa digelar di Lapangan Canda Bhirawa, Kecamatan Pare.
Renovasi lapangan tersebut membuat panitia berkoordinasi dengan dinas terkait dan organisasi keagamaan untuk menentukan lokasi alternatif.
Setelah mempertimbangkan beberapa pilihan, panitia akhirnya menetapkan Desa Mukuh, Kecamatan Kayen Kidul, sebagai lokasi apel.
Kegiatan tahun ini sekaligus menjadi kali pertama Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar apel Hari Santri di lokasi tersebut.
Sementara itu, Gatot dari unsur protokol upacara Hari Santri Nasional Kabupaten Kediri menyampaikan bahwa gladi bersih telah berjalan lancar dan para petugas siap menjalankan tugas.
Bupati Kediri direncanakan hadir sebagai pembina apel, meskipun kepastian kehadirannya masih menunggu informasi terbaru dari pihak protokol.
“Alhamdulillah, gladi apel Hari Santri tahun 2026 sudah dilaksanakan dengan lancar. Harapannya, pelaksanaan apel besok bisa berjalan lancar, khidmat, dan sukses,” kata Gatot.
Panitia mengimbau seluruh peserta menjaga ketertiban dan keselamatan selama perjalanan menuju lokasi kegiatan.
Para santri juga diminta mematuhi peraturan lalu lintas agar pelaksanaan apel Hari Santri berlangsung aman dan lancar.



















Tinggalkan Balasan