
Antusiasme mengikuti salat istisqa juga dirasakan Tina (56), warga Desa Bedo, Kecamatan Ngadiluwih. Ia datang bersama suami dan rekan-rekannya dari unsur Aisyiyah meskipun informasi mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut diterima dalam waktu relatif singkat.
“Ya kita tahu kan ini kekeringan, musim kemarau nya kan panjang sekali. Apalagi sekarang panasnya sangat luar biasa, jadi kita itu berharapnya hanya kepada Allah. Karena Rasulullah menyunahkan kita untuk melakukan salat istisqa, ya kita samina wamin,” tutur Tina.
Tina menjelaskan, informasi pelaksanaan salat istisqa diteruskan melalui jajaran Pimpinan Cabang Aisyiyah hingga tingkat ranting. Karena kegiatan berlangsung pada hari kerja, tidak semua anggota dapat menghadiri kegiatan tersebut.
“Sebenarnya ee kalau dikondisikan apalagi kan hari kerja. Jadi yang bisa mungkin ya hanya beberapa orang. Jadi ketika ada instruksi untuk salat istisqa kami dari Pimpinan Cabang Aisyiyah langsung menginstruksikan kepada ranting. Jadi kan dari cabang ke ranting itu ya. Ibu-ibu yang bisa ataupun bapak-bapak yang bisa insyaallah hadir di sini,” jelasnya.
Ia mengaku bersyukur dapat kembali mengikuti salat istisqa setelah terakhir kali melaksanakan ibadah tersebut di desa tempat tinggalnya dahulu.
Melalui salat istisqa ini, jemaah dan pengurus Muhammadiyah Kabupaten Kediri berharap hujan segera turun, membawa berkah dan kesejukan, sekaligus membantu memadamkan titik-titik api karhutla di berbagai wilayah Indonesia.
“Ya kita berharap supaya hujan segera turun, bisa membawa berkah buat semuanya,” pungkas Tina.



















Tinggalkan Balasan