Kaleb mengingatkan bahwa upaya pencegahan harus menjadi perhatian utama, terutama dalam aktivitas sehari-hari yang melibatkan api dan penggunaan peralatan rumah tangga.

“Pencegahan harus diutamakan. Masyarakat perlu mengenali potensi bahaya di lingkungan masing-masing dan tidak memaksakan diri melakukan pemadaman apabila api sudah membesar atau situasinya membahayakan. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas,” imbuhnya.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung.

Sosialisasi yang dimulai pukul 08.30 hingga 10.30 WIB tersebut berjalan lancar dengan melibatkan murid, wali murid, dan tenaga pendidik.

Melalui kegiatan ini, edukasi kebakaran diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan yang diperoleh saat sosialisasi.

Pemahaman mengenai pencegahan, pengenalan risiko, dan tindakan awal yang aman perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan rumah dan sekolah.

Keterlibatan orang tua dan guru menjadi penting agar anak-anak tidak hanya mengenali bahaya api, tetapi juga memahami kapan harus menjauh, meminta bantuan orang dewasa, dan menghindari tindakan berisiko ketika kebakaran terjadi.