KEDIRI, Tandaglobal.news — Pengetahuan tentang kebakaran perlu dikenalkan sejak dini agar anak-anak memahami bahaya api dan mengetahui cara menyelamatkan diri dalam keadaan darurat. Edukasi tersebut diberikan kepada ratusan murid taman kanak-kanak (TK) dan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Jumat (16/10/2026).

Bertempat di Balai Desa Menang, kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran itu diikuti sekitar 300 murid bersama wali murid dan 45 guru.

Selain menerima materi, peserta juga mengikuti praktik penanganan kebocoran gas LPG serta pemadaman api menggunakan metode tradisional.

Kegiatan yang diselenggarakan TK dan PAUD Gugus Mentari serta Gugus Kipas Kecamatan Pagu tersebut melibatkan petugas bidang pencegahan kebakaran Satpol PP Kabupaten Kediri.

Materi diberikan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai potensi bahaya kebakaran dan langkah awal yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menekankan pentingnya edukasi kebakaran yang tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga anak-anak melalui metode pembelajaran yang sesuai dengan usia mereka.

“Pengenalan bahaya kebakaran sejak dini penting agar anak-anak lebih waspada terhadap api dan memahami cara melindungi diri. Namun, yang tidak kalah penting adalah memastikan orang tua dan guru mengetahui langkah yang tepat ketika terjadi keadaan darurat,” ujar Kaleb.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan praktik penanganan kebocoran LPG.

Edukasi ini penting mengingat kebocoran gas dapat menimbulkan risiko kebakaran apabila tidak ditangani dengan benar.

Peserta juga diperkenalkan dengan teknik pemadaman api secara tradisional.

Melalui praktik tersebut, masyarakat diharapkan memahami bahwa penanganan kebakaran harus mempertimbangkan jenis sumber api, kondisi lingkungan, serta keselamatan orang-orang di sekitarnya.

Kaleb mengingatkan bahwa upaya pencegahan harus menjadi perhatian utama, terutama dalam aktivitas sehari-hari yang melibatkan api dan penggunaan peralatan rumah tangga.

“Pencegahan harus diutamakan. Masyarakat perlu mengenali potensi bahaya di lingkungan masing-masing dan tidak memaksakan diri melakukan pemadaman apabila api sudah membesar atau situasinya membahayakan. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas,” imbuhnya.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung.

Sosialisasi yang dimulai pukul 08.30 hingga 10.30 WIB tersebut berjalan lancar dengan melibatkan murid, wali murid, dan tenaga pendidik.

Melalui kegiatan ini, edukasi kebakaran diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan yang diperoleh saat sosialisasi.

Pemahaman mengenai pencegahan, pengenalan risiko, dan tindakan awal yang aman perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan rumah dan sekolah.

Keterlibatan orang tua dan guru menjadi penting agar anak-anak tidak hanya mengenali bahaya api, tetapi juga memahami kapan harus menjauh, meminta bantuan orang dewasa, dan menghindari tindakan berisiko ketika kebakaran terjadi.