KEDIRI, Tandaglobal.news — Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran terus memberikan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat. Memasuki hari kedua Oktober, edukasi bahaya kebakaran kembali digelar di Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Pare, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti rombongan TK ABA Aisyiyah 3 Pare. Sebanyak 57 siswa-siswi, didampingi wali murid dan 10 guru pendamping, mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.30 WIB.

Dengan panduan tim Bidang Pencegahan Kebakaran, para peserta dikenalkan lebih dekat dengan dunia pemadam kebakaran.

Materi dikemas secara ramah anak, mulai dari pengenalan tugas pokok dan fungsi petugas Damkar, berbagai peralatan keselamatan, hingga tata cara meminta bantuan layanan darurat pemadam kebakaran.

Antusiasme peserta semakin terlihat saat kegiatan memasuki sesi simulasi lapangan.

Petugas memberikan contoh sekaligus memandu praktik penanganan awal kebakaran akibat kebocoran gas LPG.

Guru dan wali murid juga mendapat kesempatan mempraktikkan teknik pemadaman api tradisional yang aman menggunakan media karung goni.

Plt. Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menekankan pentingnya kesinambungan program edukasi mitigasi bagi masyarakat, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.

“Kami menyambut sangat baik kehadiran anak-anak hebat dari TK ABA Aisyiyah 3 Pare beserta para guru dan wali murid di Pos Damkar Pare. Edukasi ini adalah langkah preventif berkelanjutan dari kami. Dengan mengenalkan profesi dan peralatan Damkar sejak dini, kita ingin menghapus rasa cemas anak-anak, sekaligus menanamkan rasa keberanian dan kewaspadaan,” ujar Kaleb.

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan orang tua dan guru dalam sesi praktik.

“Pelatihan penanganan kebocoran gas LPG dan pemadaman tradisional dengan karung goni ini sangat esensial. Harapan kami, ilmu praktis ini dapat membekali para ibu dan guru agar tetap tenang, tidak panik, dan tahu langkah pertama yang harus diambil jika menghadapi situasi darurat di dapur keluarga maupun di lingkungan sekolah,” tambahnya.

Melalui kunjungan edukasi yang terus digalakkan, literasi dan kemandirian masyarakat Kabupaten Kediri dalam mencegah serta menghadapi potensi bahaya kebakaran diharapkan semakin meningkat.

Upaya tersebut diharapkan dapat turut mewujudkan lingkungan yang lebih aman dan siaga terhadap ancaman kebakaran.