


KEDIRI, Tandaglobal.news — Program servis gratis sepeda motor yang digelar serentak di SMK se-Jawa Timur mendapat respons positif dari masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Provinsi Jawa Timur dengan target pelayanan sebanyak 8.100 unit motor dari berbagai merek dan tipe.
Di salah satu sekolah di Kabupaten Kediri, yakni SMK Kartanegara Wates (Kampus 1), kegiatan servis gratis melibatkan siswa jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) sebagai pelaksana.
Sekolah menengah kejuruan swasta yang berlokasi di Bondo, Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk turun langsung melayani kendaraan milik masyarakat dengan pendampingan guru.
Kepala Program Keahlian Teknik Sepeda Motor, Roni Wijaya, mengatakan sekolah mendapat target sebanyak 45 unit motor dari Cabang Dinas Pendidikan.
Namun, antusiasme masyarakat melebihi target tersebut. Hingga Rabu (7/10/2026) malam, tercatat sekitar 60 unit motor telah mendaftar untuk mengikuti layanan servis gratis.
“Anak-anak yang mengerjakan, sedangkan guru mendampingi dan mengawasi. Mereka juga sudah memiliki pengalaman magang di AHASS, sehingga memahami teknis dan SOP pengerjaan,” ujar Roni.
Dalam pelaksanaannya, siswa hanya menangani servis ringan dan perawatan berkala. Setiap kendaraan terlebih dahulu diperiksa melalui work order untuk mengetahui kebutuhan perawatan.
Jasa servis, oli mesin, dan oli gardan diberikan secara gratis oleh sekolah.
Sementara itu, apabila ditemukan komponen kendaraan yang perlu diganti, pihak sekolah menyampaikan kondisi tersebut kepada pemilik kendaraan.
Pembelian suku cadang menjadi tanggung jawab konsumen, sedangkan jasa pemasangannya tetap diberikan secara gratis.
Roni menjelaskan, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menghadapi konsumen.
Sebanyak 10 siswa yang telah memiliki pengalaman praktik kerja lapangan dilibatkan dalam pelayanan, dengan bekal pengalaman selama magang di tiga AHASS.
“Pengalaman ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk langsung menghadapi konsumen. Guru hanya mengawasi, sedangkan yang terjun dan mengerjakan adalah anak-anak,” jelasnya.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dari peserta yang datang tidak hanya dari wilayah sekitar sekolah.
Data pendaftaran menunjukkan sejumlah warga berasal dari Ngancar, Plemahan hingga Ngadiluwih.
Salah satu siswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Jourdan Orlando (18), mengaku senang dapat ikut memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, kegiatan itu menjadi pengalaman tambahan sekaligus kesempatan untuk menerapkan keterampilan yang diperoleh selama belajar dan menjalani PKL di AHASS.
“Senang sekali karena bisa membantu masyarakat yang tidak memiliki uang untuk servis. Kami juga bisa berbagi informasi mengenai kondisi motor secara gratis,” kata Jourdan.
Bagi masyarakat, program tersebut dinilai membantu, khususnya bagi pemilik kendaraan yang sedang memiliki keterbatasan biaya untuk melakukan perawatan rutin.
Salah satu peserta, Yuli (38), menyambut baik adanya kegiatan servis gratis tersebut.
Menurut Yuli, layanan seperti ini memberikan manfaat langsung karena masyarakat dapat melakukan perawatan kendaraan tanpa harus mengeluarkan biaya jasa.
Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar secara rutin.
“Program seperti ini sangat membantu masyarakat. Semoga kegiatan servis gratis seperti ini bisa diadakan lagi karena manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga,” ujar Yuli.
Roni berharap program tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun.
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan itu dinilai mampu menambah pengalaman siswa sekaligus menjadi sarana memperkenalkan kompetensi yang dimiliki sekolah.
Ia juga berharap penyelenggaraan berikutnya mendapat dukungan sponsor dan pendanaan dari pihak terkait.
Pasalnya, sekolah hanya menerima instruksi pelaksanaan sekitar satu minggu sebelum kegiatan berlangsung sehingga persiapan dilakukan dalam waktu yang cukup singkat.



















Tinggalkan Balasan