KEDIRI, Tandaglobal.news Permintaan persewaan kostum karnaval di Jawa Art mengalami peningkatan pada Agustus 2026. Jawa Art yang berada di Dusun Biro, Desa Wonorejo, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, melayani penyewaan berbagai kostum, terutama kostum penari dan maskot, Selasa (1/9/2026).

Pemilik Jawa Art, Ifan, mengatakan permintaan kostum mulai meningkat sejak Juni dan Juli, kemudian semakin ramai memasuki Agustus.

Tren persewaan biasanya berlanjut hingga akhir tahun karena masyarakat masih menggelar berbagai kegiatan yang membutuhkan kostum.

“Kalau mulai Agustus ini alhamdulillah agak meningkat. Dibandingkan bulan biasa, Agustus memang lebih ramai karena banyak kegiatan karnaval,” ujar Ifan.

Jenis kostum yang paling banyak diminati saat ini adalah kostum penari atau dancer. Selain itu, kostum maskot juga masih memiliki peminat.

Harga persewaan kostum anak di Jawa Art dibanderol mulai sekitar Rp250 ribu, sedangkan harga kostum maskot menyesuaikan model dan kelengkapan kostum.

Jawa Art juga melayani pemesanan kostum secara khusus. Pelanggan dapat menentukan model sesuai keinginan, kemudian pihak Jawa Art membuat kostum berdasarkan permintaan tersebut.

Sistem tersebut membuat pilihan desain yang tersedia terus berkembang mengikuti tren dan kebutuhan pasar.

Ifan menyebut jumlah pelanggan Jawa Art pada 2026 sedikit meningkat dibandingkan 2025.

Peningkatan tersebut salah satunya terlihat dari jumlah pemesanan yang sebelumnya hanya beberapa orang, kini mulai datang dari satu regu atau satu peleton.

“Kalau dibandingkan tahun 2025, tahun ini mungkin meningkat sedikit. Pilihannya juga semakin banyak dan pelanggan lama mulai menambah jumlah pesanannya,” kata Ifan.

Untuk mengikuti perkembangan tren, Jawa Art secara rutin melakukan upgrade model kostum. Saat ini tersedia lebih dari delapan model, dengan beberapa model memiliki sejumlah variasi.

Salah satu desain yang banyak diminati pada 2026 adalah kostum bernuansa merah dan hitam. Selain itu, terdapat model bertema Borneo, prajurit, dan Dayak.

Tidak hanya melayani pelanggan dari wilayah sekitar, Jawa Art juga pernah menerima penyewa dari luar daerah hingga luar negeri.

Pada 2025, penyewa kostum Jawa Art tercatat berasal dari Malaysia dan Manado. Pelanggan dari luar daerah tersebut bahkan kembali menggunakan kostum Jawa Art dalam berbagai kegiatan.

Dalam proses pembuatannya, Jawa Art menggunakan spons hati sebagai salah satu bahan utama kostum. Proses pembentukan dan ukiran dilakukan secara manual menggunakan peralatan sederhana, termasuk gerinda tangan.

Satu model kostum membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk diselesaikan.

Proses produksi juga dilakukan dengan menyesuaikan pesanan pelanggan. Untuk mengejar target pengerjaan, proses pembuatan kostum kerap dilakukan hingga malam hari.

Ifan mengatakan pengerjaan bahkan dapat berlangsung sampai sekitar pukul 02.00 WIB.

Meski kostum disewakan kepada berbagai pelanggan, kerusakan selama penggunaan menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan.

Jawa Art melakukan perbaikan terhadap kostum yang mengalami kerusakan setelah digunakan penyewa sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap koleksi kostum yang dimiliki.

Selain persewaan, Jawa Art juga menjual kostum berdasarkan pesanan. Pelanggan dapat mengajukan desain tertentu, kemudian kostum dibuat sesuai request.

Harga kostum juga bervariasi tergantung jenis, ukuran, tingkat kerumitan, dan kelengkapannya.

Untuk kostum maskot, harga persewaan dapat mencapai sekitar Rp500 ribu hingga Rp600 ribu.

Sementara itu, kostum maskot naga yang pernah digunakan untuk kegiatan di Jember memiliki nilai sekitar Rp700 ribu. Harga tersebut sudah termasuk kelengkapan seperti pakaian dan sepatu.

Ifan mengatakan promosi Jawa Art saat ini tidak hanya mengandalkan pelanggan lama.

Media sosial seperti TikTok turut dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai model kostum dan aktivitas Jawa Art saat mengikuti sejumlah event.

Menurutnya, keberadaan media sosial membantu masyarakat mengetahui model kostum yang tersedia sekaligus memperluas jangkauan promosi.

Jawa Art juga tetap aktif mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.

Ifan berharap kegiatan karnaval dan perlombaan tetap berjalan sehingga permintaan terhadap kostum kreatif dapat terus tumbuh.

Ia juga ingin semakin banyak orang tertarik mengembangkan kreativitas dalam pembuatan kostum.

Karnaval tetap berjalan, meskipun bentuk kegiatannya berbeda. Kami juga banyak mengikuti lomba dan berharap semakin banyak kreator kostum yang berkembang,” pungkas Ifan.