
PRABUMULIH, Tandaglobal.news — Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Jalan Pakjo, Kelurahan Gunung Ibul Barat, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Kecelakaan melibatkan Kereta Api (KA) Bukit Serelo yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Palembang dengan mobil Mitsubishi Isuzu Panther Touring putih bernomor polisi BG 1348 DF.
Mobil tersebut melaju dari arah Pakjo menuju Sukajadi. Saat berada di perlintasan kereta api tanpa palang pintu, mobil tertabrak KA Bukit Serelo hingga terpental.
Salah seorang warga di lokasi kejadian, Suwardi, mengatakan benturan antara kereta api dan mobil berlangsung sangat keras.
Mobil bahkan terpental hingga sekitar 20 meter setelah dihantam kereta.
“Mobil ditabrak kereta, kemudian terpental. Ada penumpang yang sampai keluar dari mobil,” ujar Suwardi di lokasi kejadian.
Kerasnya benturan membuat sejumlah penumpang terpental dan keluar dari kendaraan.
Warga di sekitar lokasi kemudian berdatangan untuk membantu proses evakuasi dan penanganan para korban.
Kapolsek Prabumulih Timur Iptu Ulta Deanto membenarkan kecelakaan tersebut.
Berdasarkan pendataan sementara, terdapat empat korban meninggal dunia dan satu korban lainnya selamat dalam kondisi kritis.
“Korban meninggal dunia empat orang, berinisial MT (55), SSP (35), SF (65) yang merupakan sopir mobil Panther, kemudian RP (7). Sedangkan korban selamat berinisial AA (15),” kata Ulta.
Keempat korban meninggal dunia diketahui masing-masing berinisial MT (55), SSP (35), SF (65), dan RP (7).
Sementara AA (15) masih menjalani perawatan akibat kondisi kritis.
Informasi yang dihimpun menyebut rombongan tersebut sebelumnya berada di RS AR Bunda Prabumulih dan hendak kembali ke Desa Segayam ketika kecelakaan terjadi.
Petugas kepolisian kemudian memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara sekaligus melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut.
Kecelakaan ini sempat menimbulkan informasi awal yang menyebut lima orang meninggal dunia.
Namun, berdasarkan keterangan kepolisian terbaru, jumlah korban meninggal dunia dipastikan sebanyak empat orang, sedangkan satu korban lainnya masih dalam kondisi kritis.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi lengkap kecelakaan, termasuk proses terjadinya tabrakan antara KA Bukit Serelo dan mobil Panther di perlintasan tanpa palang pintu tersebut.




















Tinggalkan Balasan