
KEDIRI, Tandaglobal.news — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri menutup rangkaian kegiatan pengenalan sejarah lokal dengan walking tour atau susur sejarah di wilayah Pare, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB tersebut mengajak peserta melihat langsung sejumlah situs dan lokasi bersejarah.
Kegiatan diawali dari Pendopo Ex-Kawedanan Pare yang menjadi titik kumpul peserta.
Dari lokasi tersebut, peserta kemudian berjalan mengunjungi sejumlah tempat bersejarah dengan didampingi dua komunitas sejarah lokal sebagai pemandu.
Kepala Bidang Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Eko Priatno T., S.S.I., mengatakan walking tour menjadi bagian penting karena peserta tidak hanya mendapatkan materi di dalam ruangan, tetapi juga diajak melihat langsung lokasi yang memiliki nilai sejarah.
“Di hari ketiga ini kita mengajak peserta untuk turun langsung ke lapangan, melihat situs dan tempat bersejarah yang ada di Pare. Jadi mereka tidak hanya mendengar cerita, tetapi juga bisa merasakan suasana dan melihat langsung lokasi sejarahnya,” ujar Eko.
Salah satu lokasi yang dikunjungi yakni SMPN 4 Pare.
Di tempat tersebut peserta mendapatkan pemaparan mengenai sejarah Tentara Genie Pelajar (TGP) serta peristiwa Serangan Umum Kota Pare pada 22 Mei.
Materi sejarah disampaikan oleh Hendro.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju kawasan Eks RS HVA Tulungrejo.
Di lokasi yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Handelsvereniging Amsterdam (HVA) tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai perkembangan HVA di Pare yang disampaikan oleh Sigit selaku Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).
Selain mendengarkan pemaparan dari narasumber, peserta juga diarahkan melakukan riset sederhana di setiap lokasi.
Mereka mengamati lingkungan, mencatat informasi penting, serta menggali cerita sejarah yang dapat dikembangkan menjadi materi konten.
Eko menjelaskan, kegiatan tersebut sengaja dirancang agar peserta dapat menerapkan keterampilan yang telah diperoleh pada dua hari sebelumnya, terutama mengenai riset sejarah dan teknik videografi.
“Materi yang sudah diberikan pada hari sebelumnya sekarang dipraktikkan. Peserta melakukan riset, mengambil gambar, kemudian mengolahnya menjadi konten berupa mini vlog, reels, maupun fotografi,” katanya.




















Tinggalkan Balasan