Tri Yudha menilai para Paskibraka merupakan generasi yang akan meneruskan estafet kepemimpinan.

Karena itu, kekuatan mental dan fisik menjadi bekal penting yang harus terus dijaga.

“Pesan saya tetap kuatkan mental, utamanya mental dan fisik. Karena Gen Z ini adalah calon-calon penerus bangsa,” katanya.

Di tengah rangkaian prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat, suasana berubah haru setelah para Paskibraka bertemu dengan orang tua masing-masing.

Setelah beberapa hari menjalani karantina dan latihan secara intensif, para anggota akhirnya kembali berhadapan dengan orang-orang yang selama ini memberikan dukungan dari rumah.

Pelukan orang tua kepada anak-anak mereka pun menjadi pemandangan yang menyentuh.

Sejumlah orang tua tak mampu menahan air mata ketika melihat putra-putrinya berdiri mengenakan seragam Paskibraka.

Salah satunya Indana Wiyati, orang tua Jihan Fatharani, anggota Paskibraka dari MAN 2 Kediri.

Ia mengaku sangat bangga sekaligus terharu melihat putrinya mendapat kesempatan menjalankan tugas tersebut.

“Pastinya saya sangat senang sekali, terharu tentunya. Anak saya bisa membawa nama harum negara ini,” ujar Indana.

Rasa haru itu semakin terasa karena selama mengikuti karantina, Indana harus menahan rindu untuk bertemu putrinya.

“Enggak bisa dibayangkan, Mas. Sangat senang sekali. Enggak terasa sampai nangis,” tuturnya.