Hanindhito juga mengingatkan agar para Paskibraka tetap memegang teguh ideologi Pancasila.

Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti setelah mereka menyelesaikan tugas pada 17 Agustus, tetapi terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kabupaten Kediri Yuli Marwantoko menjelaskan, proses seleksi Paskibraka telah dimulai sejak Maret.

Hampir 900 pelajar mengikuti proses pendaftaran sebelum disaring melalui berbagai tahapan.

Setelah seleksi administrasi, peserta mengikuti tes kesehatan, psikotes, hingga tahapan pemantauan dan penentuan akhir.

Dari proses tersebut akhirnya terpilih 77 anggota Paskibraka.

Dua anggota di antaranya kemudian dikirim untuk mengikuti pemusatan latihan Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Timur.

Keduanya berasal dari SMK Negeri 1 Grogol dan SMA Negeri 2 Pare.

Yuli menambahkan, para Paskibraka masih menjalani pemantapan formasi hingga menjelang pelaksanaan upacara.

Tahun ini terdapat penyesuaian formasi karena pelaksanaan upacara mengikuti standar yang diterapkan di Istana.

Salah satunya posisi tiang bendera yang ditempatkan di tengah lapangan.

Formasi barisan juga dipersiapkan membentuk angka 81 sebagai simbol HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Masih ada latihan untuk pemantapan formasi. Tahun ini berbeda dengan tahun-tahun kemarin karena kita sudah memakai standar istana,” terang Yuli.