Salah satu hal yang menjadi ciri khas Sedekah Bumi Dusun Nanas adalah kehadiran Tari Gambyong sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sebelum selamatan.

Kesenian tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi bagian yang melekat dalam tradisi masyarakat setempat.

Kegiatan turut dihadiri unsur Muspika, Koramil, perwakilan kecamatan, serta para sesepuh.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan terhadap upaya masyarakat dalam mempertahankan tradisi dan kebudayaan lokal.

Kepala Desa Manggis, Ratna Pinawati, S.E., mengapresiasi antusiasme warga Dusun Nanas yang masih konsisten menggelar Sedekah Bumi setiap tahun.

Menurutnya, tradisi tersebut menjadi bagian penting dari identitas budaya desa yang perlu dijaga bersama.

“Kami sangat bersyukur dan bangga karena masyarakat Dusun Nanas masih terus nguri-uri budaya Sedekah Bumi. Ini merupakan warisan yang harus kita jaga bersama,” ujar Ratna.

Ratna juga menilai keterlibatan anak-anak dan generasi muda dalam kegiatan tersebut menjadi hal positif.

Dengan melihat dan mengikuti secara langsung, generasi penerus dapat mengenal budaya lokal sejak dini sekaligus memahami pentingnya kebersamaan di tengah masyarakat.

“Anak-anak perlu mengenal tradisi ini sejak kecil agar nantinya mereka memiliki rasa memiliki dan mau meneruskannya. Semoga ke depan acaranya semakin meriah, tetapi tetap menjaga nilai kebersamaan dan kerukunan,” jelasnya.

Selain sebagai bentuk rasa syukur, Sedekah Bumi menjadi ruang bagi warga untuk mempererat silaturahmi.

Masyarakat berharap tradisi tersebut tetap lestari dan dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari kekayaan budaya Dusun Nanas.