Kediri, Tandaglobal.news — Pemerintah Desa Brumbung menggelar kirab budaya untuk memperingati Hari Jadi Desa Brumbung ke-898, Kamis (30/7/2026). Beragam rangkaian kegiatan diselenggarakan, mulai dari jalan santai, ruwatan, pertunjukan tari tradisional, hingga puncak acara purak gunungan hasil bumi dan purak ambeng sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Kediri, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri, Dewan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Camat Kepung, Danramil, Kapolsek, perangkat desa, LKD, BPD, LPMD, RT/RW, PKK, Posyandu, tokoh masyarakat, serta warga Desa Brumbung.

Kepala Desa Brumbung, Tohari, mengatakan peringatan hari jadi desa menjadi momentum untuk mengenang jasa para leluhur yang membuka Desa Brumbung sejak tahun 1128. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap desa.

“Peringatan Hari Jadi Desa Brumbung ke-898 ini kami harapkan membawa manfaat dan keberkahan, sekaligus menjadi pengingat bagi generasi muda untuk menghargai perjuangan para leluhur yang telah membabat desa ini,” ujar Tohari.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Kediri mengapresiasi Pemerintah Desa Brumbung beserta seluruh masyarakat yang terus menjaga tradisi, adat istiadat, dan kearifan lokal hingga tetap lestari.

Ia menilai usia Desa Brumbung yang telah mencapai 898 tahun menjadi bukti kuatnya akar sejarah, semangat gotong royong, serta nilai-nilai budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Menurutnya, kebudayaan bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan yang berkarakter. Karena itu, peringatan hari jadi desa diharapkan mampu memperkuat persatuan masyarakat sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya daerah.

“Selamat Hari Jadi ke-898 Desa Brumbung. Merawat budaya berarti merawat peradaban. Semoga Desa Brumbung semakin maju, sejahtera, dan tetap berpegang teguh pada jati diri budayanya,” tuturnya.

Selain kegiatan Mlaku Bareng Desa sejauh kurang lebih tiga kilometer, masyarakat juga disuguhi prosesi ruwatan serta berbagai pertunjukan seni tradisional yang menjadi bagian dari pelestarian budaya lokal.

Di kawasan desa juga terdapat peninggalan sejarah berupa arca dan prasasti yang menjadi bukti panjangnya perjalanan Desa Brumbung sejak masa lampau.

Puncak peringatan ditandai dengan purak gunungan hasil bumi dan purak ambeng yang diperebutkan warga. Tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur atas limpahan hasil panen sekaligus doa agar Desa Brumbung senantiasa diberi kemakmuran, keberkahan, dan hasil pertanian yang melimpah.