


Tandaglobal.news | Kediri — Pemerintah Kabupaten Kediri terus mempersiapkan relokasi Pasar Buah Banyakan yang terdampak pembangunan jalan tol. Selain menyiapkan lokasi sementara untuk para pedagang, pemerintah juga merancang kawasan baru yang nantinya akan dikembangkan menjadi pasar buah terpadu, pusat oleh-oleh khas Kediri, sekaligus rest area.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, mengatakan persiapan relokasi dilakukan sejak dini karena penggunaan lahan Pasar Buah Banyakan oleh proyek jalan tol dapat dilakukan sewaktu-waktu.
“Misalkan bulan depan pasar lama diminta untuk digunakan, mau tidak mau kita harus pindah. Makanya persiapannya sudah kita matangkan agar sewaktu-waktu bisa langsung berpindah,” ujar Tutik.
Menurutnya, proses pendataan dan identifikasi pedagang yang akan direlokasi telah selesai.
Saat ini, pemerintah memfokuskan pekerjaan pada penataan lokasi sementara agar dapat segera digunakan sebagai tempat berjualan apabila relokasi harus dilakukan.
Lokasi tersebut memang belum dirancang sebagai pasar permanen. Meski demikian, pemerintah berupaya memastikan seluruh fasilitas dasar tersedia sehingga aktivitas perdagangan tetap berjalan selama proses pembangunan kawasan baru berlangsung.
“Kita lakukan penataan lokasi supaya layak untuk dijadikan pasar. Memang belum ideal, tetapi minimal layak untuk ditempati berjualan sehingga pedagang tetap bisa menjalankan aktivitas usahanya,” katanya.
Penataan lokasi meliputi perataan lahan, pembagian zonasi pedagang, hingga penyediaan lapak jualan. Beberapa bangunan yang ada juga akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar, baik melalui pembongkaran maupun penambahan fasilitas.
“Terkait penataan, kita meratakan area, membagi zonasi, dan menyiapkan lapak jualan. Ada beberapa yang dibongkar, ada yang ditambah. Saat ini tim perencana masih berproses,” jelasnya.
Di sisi lain, Pemkab Kediri juga telah menyiapkan rencana pengembangan jangka panjang berupa kawasan terpadu yang tidak hanya berfungsi sebagai pasar buah.
Kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi pusat oleh-oleh khas Kediri serta rest area yang diharapkan mampu menarik kunjungan masyarakat maupun pengguna jalan.
Saat ini, konsep kawasan masih berada pada tahap penyusunan pra desain. Setelah tahapan tersebut selesai, pemerintah berencana menyusun Detail Engineering Design (DED) pada tahun 2027.
“Setelah pra desain selesai, tahun 2027 akan kita buatkan DED. Mudah-mudahan akhir 2027 atau 2028 kawasan itu sudah bisa beroperasi secara maksimal,” ungkap Tutik.
Untuk menunjang pengembangan kawasan tersebut, Pemkab Kediri juga berencana menambah lahan seluas sekitar 1.813 meter persegi. Pengadaan lahan itu tengah diproses melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Tahun 2026.
Lahan yang akan dibeli merupakan milik warga yang berada di sisi lokasi relokasi. Sebelumnya, lahan tersebut sempat masuk dalam proses appraisal oleh pihak proyek jalan tol, namun batal dibeli karena keterbatasan anggaran.
“Kebetulan lahannya masih kosong dan ditawarkan ke Pemkab. Dulu sudah pernah diappraisal oleh teman-teman tol, tetapi tidak terbeli. Setelah ditawarkan ke Pemkab, Mas Bupati sangat setuju karena bisa digunakan untuk pengembangan lebih lanjut,” tutur Tutik.
Nilai pembebasan lahan tambahan tersebut diperkirakan mencapai Rp6 miliar hingga Rp7 miliar.
Sementara itu, lahan utama yang sebelumnya telah dibeli melalui proyek jalan tol memiliki luas yang lebih besar dengan nilai pembelian sekitar Rp16 miliar.
Menurut Tutik, tambahan lahan tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk memperluas akses keluar-masuk kawasan sekaligus mendukung pengembangan fungsi pasar buah, pusat oleh-oleh, dan rest area.
Relokasi Pasar Buah Banyakan menjadi salah satu proyek strategis yang disiapkan Pemkab Kediri sebagai dampak pembangunan jalan tol.
Pemerintah berharap penataan kawasan baru tidak hanya menjaga keberlangsungan aktivitas perdagangan para pedagang, tetapi juga mampu meningkatkan nilai ekonomi wilayah yang selama ini dikenal sebagai sentra penjualan buah musiman.
Melalui konsep kawasan terpadu yang tengah disusun, Pasar Buah Banyakan diharapkan berkembang menjadi destinasi ekonomi baru yang mampu mendorong aktivitas perdagangan dan kunjungan masyarakat sepanjang tahun.




















Tinggalkan Balasan