Harga Telur Turun, Pemkab Kediri Siapkan Lapak Khusus bagi Peternak di CFD dan Halaman Kantor

Peternak ayam petelur melayani pembelian telur langsung oleh masyarakat dalam kegiatan pasar murah di Kabupaten Kediri. (Dok. TGN/Wildan Wahid Hasyim)

Tandaglobal.news | Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri menyiapkan langkah untuk membantu peternak ayam petelur yang terdampak penurunan harga telur di pasaran. Salah satu upaya yang akan dilakukan yakni menyediakan ruang pemasaran langsung melalui kegiatan Car Free Day (CFD) hingga rencana penjualan di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih, mengatakan penurunan harga telur saat ini menjadi salah satu persoalan yang dikeluhkan para peternak kepada pemerintah daerah.

Sebagai tindak lanjut, DKPP telah menggelar diskusi bersama para peternak untuk mencari solusi yang dapat meningkatkan penyerapan hasil produksi sekaligus menjaga keberlangsungan usaha peternakan.

“Ada keluhan dari peternak dan sudah kami ajak diskusi duduk bersama. Salah satu tindak lanjut hasil rapat adalah memberikan tempat berjualan bagi peternak,” ujar Tutik.

Melalui skema tersebut, peternak akan diberi kesempatan menjual telur secara langsung kepada masyarakat tanpa melalui rantai distribusi yang panjang. Selain memanfaatkan area CFD, Pemkab Kediri juga merencanakan penyediaan lapak khusus di halaman kantor pemerintah daerah.

Meski demikian, Tutik menilai penerapan harga acuan pembelian telur di tingkat konsumen bukan perkara mudah. Menurutnya, masyarakat pada umumnya akan tetap membeli sesuai harga pasar yang berlaku.

“Kalau masyarakat agak susah. Mereka pasti mengikuti harga pasar. Misalnya harga pasar Rp21 ribu per kilogram, lalu diminta membeli Rp24 ribu per kilogram tentu tidak mudah,” jelasnya.

Karena itu, pemerintah daerah masih terus mengkaji strategi yang paling tepat agar peternak memperoleh harga jual yang layak tanpa membebani masyarakat sebagai konsumen.

Rencana penjualan langsung di lingkungan Pemkab Kediri saat ini juga masih dalam tahap penyusunan mekanisme bersama para peternak. Pemerintah daerah membuka peluang agar kegiatan tersebut dapat dilaksanakan setiap hari, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi pasar.

Baca Juga  Dampak Wisata Sumber Dlopo Pasang Surut, Pelaku UMKM Berharap Kawasan Kembali Ramai

Dalam pelaksanaannya nanti, para peternak tidak akan berjualan secara bersamaan. Sistem penjualan akan dilakukan secara bergiliran berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat bersama.

“Bergilir sesuai kesepakatan teman-teman peternak, sambil terus melihat kondisi pasar,” terang Tutik.

Melalui langkah tersebut, Pemkab Kediri berharap peternak memiliki akses pasar yang lebih luas sehingga dapat membantu meningkatkan penyerapan hasil produksi di tengah turunnya harga telur.

Pemerintah Kabupaten Kediri juga memastikan akan terus melakukan evaluasi serta berkoordinasi dengan para peternak untuk menentukan kebijakan yang paling efektif dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen.


Jurnalis: Wildan Wahid Hasyim

administrator

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *