Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah desa pernah melakukan upaya pencarian sumber air alternatif melalui pengeboran sumur pada sekitar tahun 2016.

Selain itu, berbagai bantuan dari pemerintah daerah juga telah diterima untuk membantu mengatasi persoalan ketersediaan air bersih yang kerap muncul saat musim kemarau.

Meski demikian, hingga kini Desa Ponggok masih bergantung pada pasokan air yang berasal dari wilayah tetangga.

Karena itu, pemerintah desa berharap ketersediaan air tetap terjaga agar kebutuhan masyarakat dapat terus terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

“Kami juga selalu dibantu pemerintah daerah. Harapan kami sederhana, semoga air yang ada bisa terus mencukupi kebutuhan rumah tangga warga,” tutur Siti.

Pemerintah Desa Ponggok pun mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak.

Langkah penghematan dinilai penting agar pasokan air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara merata dan tetap mencukupi kebutuhan seluruh warga hingga musim kemarau berakhir.