
Tandaglobal.news | KEDIRI – Kawasan wisata Sumber Kurung Jengkol yang berada di Desa Ploso Kidul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kedir sempat terbengkalai kini kembali hidup berkat inisiatif masyarakat dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang melakukan penataan kawasan sejak tahun 2020.
Langkah tersebut bermula dari keinginan sejumlah warga Desa Plosokidul, untuk menghidupkan kembali lokasi yang dulu menjadi tempat pemandian masyarakat. Saat pertama dibersihkan, area sumur pompa dipenuhi tumpukan sampah dan tidak terawat.
Arif selaku yang menjaga atau pemerhati mengatakan, proses pembersihan dilakukan secara bertahap oleh masyarakat dengan tujuan mengembalikan fungsi kawasan sebagai ruang publik sekaligus destinasi wisata desa.
“Dulu kondisi di sini sangat memprihatinkan karena dipenuhi sampah. Kami bersama teman-teman Pokdarwis berinisiatif membersihkan area ini sejak tahun 2020 agar bisa kembali dimanfaatkan masyarakat dan menjadi bagian dari wisata desa,” ujarnya pada hari kamis, 25 juni 2026.
Selain menawarkan wisata sejarah berupa bangunan dan pipa peninggalan Belanda, kawasan ini juga memiliki daya tarik alam berupa Kali Tempur, yakni pertemuan dua aliran sungai dengan karakteristik suhu air yang berbeda.
Fenomena tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung yang datang ke kawasan Sumber Kurung Jengkol. Di sisi lain, Kali Tempur juga memiliki nilai budaya dan spiritual yang masih dipercaya sebagian masyarakat Jawa.
“Kali Tempur memiliki keunikan karena suhu air di sisi kanan dan kiri berbeda. Dari dulu masyarakat percaya tempat ini membawa keberkahan dan sering digunakan untuk berbagai tradisi secara pribadi,” jelas Arif.
Menurutnya, pengembangan wisata di kawasan Sumber Kurung tidak hanya bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menjaga warisan sejarah dan lingkungan agar tetap dikenal generasi muda.
Dengan perpaduan wisata sejarah, edukasi, budaya, dan keindahan alam, Sumber Kurung Jengkol kini menjadi salah satu destinasi alternatif di Kabupaten Kediri yang menawarkan pengalaman berbeda bagi para pengunjung.
Jurnalis : Roni Ardiansyah