
Tandaglobalnews KEDIRI – Kebakaran terjadi di area penyimpanan bahan baku arang milik Ipung Putra di Dusun Krajan, Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Minggu (21/6/2026) dini hari. Berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran, api berhasil dipadamkan sebelum meluas dan menyebabkan kerugian yang lebih besar.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu, penjaga pabrik arang yang sedang beristirahat melihat kepulan asap muncul di luar area tungku pembakaran.
Menyadari adanya potensi kebakaran, penjaga segera meminta bantuan kepada Pos Pemadam Kebakaran Ngadiluwih. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi lima menit setelah laporan diterima dan tiba di tempat kejadian sekitar pukul 00.40 WIB.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menjelaskan bahwa kebakaran diduga berasal dari proses pembakaran arang yang kemudian menjalar ke tumpukan bahan baku di sekitar area produksi.
“Api diduga berasal dari tungku pembakaran arang yang kemudian merembet ke bahan baku arang yang berada di sekitarnya,” ujarnya.
Untuk mengendalikan kebakaran, Damkar Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih menerjunkan satu unit armada pemadam beserta lima personel. Petugas berjibaku melakukan pemadaman selama hampir dua jam hingga api berhasil dipastikan padam sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran menghanguskan sebagian bahan baku arang dengan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp7 juta.
Meski demikian, upaya cepat petugas berhasil mencegah kobaran api menjalar ke area produksi lainnya. Nilai aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Kaleb mengimbau para pelaku usaha yang menggunakan proses pembakaran dalam kegiatan produksinya agar meningkatkan pengawasan, terutama saat malam hari. Pemeriksaan berkala pada area tungku dan bahan baku yang mudah terbakar dinilai penting untuk mencegah terjadinya kebakaran serupa.
“Pengawasan terhadap area pembakaran harus ditingkatkan agar potensi api merembet ke bahan baku atau fasilitas lainnya dapat dicegah sejak dini,” pungkasnya.