Tandaglobal.news | BESUKI — Perayaan pergantian tahun yang digelar di rumah administrateur Pabrik Gula (PG) De Maas, Besuki, pada penghujung Desember 1929 berubah menjadi tragedi setelah pimpinan pabrik meninggal dunia akibat terjatuh dari tangga.
Peristiwa tersebut menimpa Administrateur Hendrik van der Velde ketika pesta menyambut Tahun Baru 1930 masih berlangsung.
Saat itu, musim giling telah berakhir sehingga aktivitas produksi di PG De Maas untuk sementara dihentikan.
Masa jeda setelah musim giling kerap dimanfaatkan para pejabat dan staf Eropa untuk menggelar kegiatan sosial di kawasan pabrik.
Rumah besaran administrateur menjadi pusat pertemuan para insinyur, akuntan, serta keluarga mereka.
Malam pergantian tahun dimanfaatkan untuk mengadakan pesta sebagai penutup tahun 1929.
Suasana berlangsung meriah di ruang dansa terbuka yang berada di lantai dua rumah bergaya kolonial tersebut.
Alunan musik waltz mengiringi para tamu yang menikmati hidangan dan minuman khas Eropa sambil menyambut datangnya tahun baru.
Di balik kemeriahan pesta, industri gula Hindia Belanda sebenarnya tengah menghadapi masa yang penuh ketidakpastian.
Krisis ekonomi dunia yang mulai berkembang ketika itu menyebabkan harga gula terus mengalami penurunan.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengelola pabrik mengenai masa depan perusahaan dan para pekerjanya.
Menjelang pergantian tahun, Hendrik yang diketahui beberapa kali menikmati minuman beralkohol mengajak para tamu bersulang.
Ia berharap tahun baru membawa keadaan yang lebih baik bagi industri gula.
Setelah pesta berlangsung hingga tengah malam, Hendrik berniat turun menemui istrinya, Elise, yang berada di lantai bawah bersama kedua anak mereka.
Namun, saat menuruni tangga, Hendrik diduga terpeleset.
Anak tangga diperkirakan menjadi licin akibat air hujan yang terbawa masuk serta tumpahan minuman dari area pesta.
Ia terjatuh hingga kepalanya membentur lantai batu di dasar tangga.
Seorang dokter pabrik yang turut menghadiri pesta segera memberikan pertolongan.
Namun, benturan yang dialami Hendrik sangat parah sehingga nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Suasana pesta yang semula dipenuhi kegembiraan seketika berubah menjadi duka.
Beberapa pekan setelah peristiwa tersebut, Elise bersama kedua anaknya meninggalkan Hindia Belanda dan kembali ke Negeri Belanda.
Kepergian mereka menandai berakhirnya kisah keluarga administrateur yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari kehidupan di PG De Maas.
Tragedi malam Tahun Baru 1930 itu kemudian dikenang sebagai salah satu peristiwa yang pernah terjadi dalam sejarah Pabrik Gula De Maas.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa di balik kemegahan rumah kolonial dan kejayaan industri gula pada masa itu, tersimpan kisah pilu yang membekas dalam perjalanan sejarah pabrik.
Catatan Redaksi: Artikel ini merupakan adaptasi dari naskah yang sumbernya tercantum pada metadata artikel dan telah dipublikasikan kembali dengan izin penulis.




















Tinggalkan Balasan