Tampak udara Makodim 0809/Kediri di Jalan Ahmad Yani, Kota Kediri. (Foto: Dok. Kodim 0809/Kediri)

Tandaglobal.news | Kediri — Berbagai pembangunan yang dilaksanakan melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri mulai menunjukkan hasil yang dirasakan masyarakat. Hasil liputan Tanda Global di lapangan pada Selasa (14/7/2026) memperlihatkan sejumlah sasaran pembangunan telah rampung maupun memasuki tahap akhir, mulai dari akses jalan, sarana pertanian, rumah layak huni, tempat ibadah, hingga fasilitas pendidikan.

Program tersebut menjadi wujud sinergi Kodim 0809/Kediri bersama Pemerintah Kabupaten Kediri dalam memperkuat pembangunan desa secara menyeluruh. Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, TMMD juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan sektor pertanian, penyediaan hunian yang layak, peningkatan sarana ibadah, serta dukungan terhadap dunia pendidikan.

Program TMMD ke-127 di Desa Gadungan diawali melalui kegiatan Pra TMMD pada 18 Januari 2026 sebelum resmi dibuka pada 10 Februari 2026. Sejak saat itu, berbagai sasaran fisik dan nonfisik dikerjakan secara bertahap dengan melibatkan personel TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat melalui semangat gotong royong.

Salah satu sasaran utama TMMD adalah pembangunan jalan penghubung sepanjang sekitar 1.657 meter yang menghubungkan Dusun Sumber Bahagia dengan Dusun Kapasan. Kehadiran jalan tersebut diharapkan memperlancar mobilitas warga sekaligus mempermudah distribusi hasil pertanian yang selama ini terkendala akses.

Selain membuka konektivitas antardusun, perhatian juga diberikan pada sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga. Melalui TMMD, dibangun sumur bor untuk mendukung kebutuhan irigasi lahan pertanian sehingga petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada curah hujan saat musim kemarau.

Pembangunan sumur bor tersebut merupakan hasil sinergi antara Kodim 0809/Kediri, Pemerintah Kabupaten Kediri, Dinas Pertanian dan Perkebunan, serta masyarakat. Berdasarkan papan proyek, pembangunan irigasi tanah dangkal dilaksanakan oleh Kelompok Tani Subur Makmur Gadungan dengan anggaran Rp97 juta yang bersumber dari APBD II.

Sebelum adanya fasilitas tersebut, sebagian petani yang menanam jagung, sayuran, dan tebu terpaksa menghentikan aktivitas tanam ketika musim kemarau karena keterbatasan pasokan air. Hanya petani yang memiliki pompa diesel pribadi yang mampu mengairi lahannya.

Perwakilan Kelompok Tani Subur Makmur, Doni Rahman, berharap keberadaan sumur bor dapat dimanfaatkan bersama sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan seluruh petani.

“Kami berharap sumur bor ini bisa dimanfaatkan bersama agar petani tetap bisa bercocok tanam saat musim kemarau,” ujarnya.

Perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat juga diwujudkan melalui renovasi rumah tidak layak huni milik Yuliani, warga Dusun Sumberbahagia. Rumah yang sebelumnya mengalami kebocoran saat hujan dan kondisinya sudah rapuh kini berubah menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.

Renovasi dilakukan dengan memanfaatkan pondasi lama, kemudian membangun kembali rumah menggunakan dinding batako, lantai keramik, serta struktur bangunan yang lebih kokoh. Proses pengerjaan berlangsung sekitar satu bulan dengan melibatkan personel TNI dan masyarakat secara gotong royong.

Yuliani mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya karena keluarganya kini dapat tinggal di rumah yang lebih layak.

“Dulu kalau hujan rumah bocor di mana-mana. Sekarang Alhamdulillah rumah sudah nyaman dan aman untuk keluarga kami,” ungkapnya.

TMMD juga memberi perhatian pada kehidupan sosial masyarakat melalui pembangunan kembali Mushola Al Ikhlas di Dusun Sumberbahagia. Saat dikunjungi, pembangunan mushola telah memasuki tahap akhir dengan progres sekitar 90 persen.

Takmir Mushola Al Ikhlas, Purnomo, mengatakan pembangunan dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat dan personel TNI setelah kondisi bangunan lama dinilai sudah tidak layak digunakan.

“Kami sangat bersyukur karena pembangunan ini berawal dari kepedulian TNI yang melihat kondisi mushola sudah rusak dan perlu diperbaiki,” katanya.

Setelah rampung, mushola tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan ibadah, pengajian, dan berbagai aktivitas keagamaan masyarakat di lingkungan sekitar.

Di sektor pendidikan, TMMD turut melakukan pengecatan bangunan MI Al Munir sehingga lingkungan sekolah menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Kepala MI Al Munir, Triono, menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan melalui program tersebut. Menurutnya, perubahan kondisi sekolah menjadi penyemangat bagi guru maupun siswa dalam menjalankan proses pembelajaran.

Berbagai sasaran pembangunan yang kini mulai dirasakan masyarakat menunjukkan bahwa TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik semata, tetapi juga memperkuat fondasi kehidupan desa dari berbagai sektor. Hampir enam bulan sejak Pra TMMD dimulai pada Januari lalu, kolaborasi Kodim 0809/Kediri, Pemerintah Kabupaten Kediri, dan masyarakat telah menghadirkan akses jalan yang lebih baik, mendukung ketahanan pangan melalui penyediaan irigasi, menyediakan hunian yang lebih layak, meningkatkan sarana ibadah, hingga memperbaiki lingkungan pendidikan sebagai bagian dari pembangunan desa yang berkelanjutan.


Jurnalis: Maulana Rahmadha