Para siswa dan siswi saat menaiki Bus Sekolah yang disediakan Pemerintah Kota Kediri. (Dok foto istimewa)

Tandaglobal.news | KediriPemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perhubungan (Dishub) kembali mengoperasikan lima armada Bus Sekolah gratis untuk mendukung mobilitas pelajar pada tahun ajaran baru. Layanan ini beroperasi setiap Senin hingga Jumat mulai pukul 05.30 WIB dengan titik keberangkatan dari Terminal Tamanan.

Sebanyak tiga rute utama disiapkan, yakni Terminal Tamanan–Kelurahan Dermo, Terminal Tamanan–Kelurahan Bawang, dan Terminal Tamanan–Kelurahan Rejomulyo. Bus juga menerapkan sistem penjemputan yang fleksibel dengan berhenti di sepanjang rute apabila terdapat pelajar yang menunggu di tepi jalan. Masing-masing armada memiliki kapasitas sekitar 29 penumpang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arief Cholisudin, mengatakan pembagian armada disesuaikan dengan tingkat okupansi penumpang. Pada hari pertama masuk sekolah, jumlah pengguna bus sekolah memang belum kembali normal.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh lulusan siswa kelas IX yang sebelumnya menjadi pengguna rutin Bus Sekolah. Sementara itu, siswa baru masih belum banyak memanfaatkan layanan tersebut karena belum mengenalnya, meski antusiasme pelajar dinilai cukup tinggi.

“Melalui sosialisasi ini kami ingin memperkenalkan Bus Sekolah kepada siswa baru agar mereka mengetahui rute, cara menggunakan layanan, sekaligus memanfaatkan transportasi sekolah yang aman dan nyaman,” katanya.

Selain menyediakan layanan transportasi secara gratis, setiap armada dilengkapi seorang pengemudi dan seorang pendamping. Pendamping bertugas membantu siswa saat naik dan turun bus sekaligus memberikan edukasi mengenai keselamatan selama perjalanan.

Cholis juga mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan anak yang belum cukup umur mengendarai sepeda motor.

“Dari sisi usia maupun kesiapan mental, anak-anak tersebut belum siap berkendara di jalan raya,” tuturnya.

Menurutnya, keberadaan Bus Sekolah tidak hanya memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi pelajar selama perjalanan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun interaksi sosial. Di dalam bus, para siswa dapat saling berkomunikasi dan bersosialisasi dengan teman-teman dari sekolah lain.

“Kami berharap semakin banyak pelajar yang memanfaatkan layanan ini sebagai pilihan transportasi ke sekolah,” ungkap Cholis.


Jurnalis: Rizky Rusdiyanto