
KEDIRI, Tandaglobal.news — Pelatihan pijat tradisional yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri di Dusun Tegalrejo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Puncu, tidak hanya diisi pembelajaran teori dan praktik. Pada hari terakhir pelatihan, Sabtu (31/10/2026), sebanyak 20 peserta mengikuti ujian tertulis untuk mengukur pemahaman terhadap materi yang telah diberikan.
Instruktur LPK Jayabaya Nusantara, Sriati, menjelaskan setiap peserta mendapatkan lembar soal dan jawaban yang terdiri dari 25 pertanyaan.
Materi ujian mencakup teknik pemijatan serta pemahaman mengenai penanganan pasien berdasarkan keluhan yang disampaikan.
Menurutnya, ujian tersebut bertujuan mengetahui sejauh mana peserta memahami materi yang telah dipelajari. Peserta juga diuji dalam memahami keluhan pasien dan menentukan bagian tubuh yang perlu mendapatkan pemijatan sesuai teknik yang diajarkan.
“Dalam ujian ini ada 25 soal yang harus dikerjakan peserta. Pertanyaannya seputar materi pijat dan bagaimana memahami keluhan pasien, sehingga mereka mengetahui bagian mana yang perlu mendapatkan pemijatan,” ujar Sriati.
Pimpinan LPK Jayabaya Nusantara, Bayu, menambahkan evaluasi melalui ujian menjadi bagian penting untuk mengetahui pemahaman peserta setelah mengikuti rangkaian pelatihan.
Menurutnya, keterampilan memijat perlu didukung pengetahuan yang cukup agar peserta dapat menerapkan materi secara tepat ketika memberikan layanan kepada masyarakat.
“Jadi, bukan hanya bisa memijat secara praktik, tetapi peserta juga harus memahami materi yang sudah diberikan. Harapannya, ilmu yang diperoleh bisa diterapkan dengan baik ketika mereka mulai memberikan layanan kepada masyarakat,” jelas Bayu.
Sebelumnya, pelatihan yang berlangsung selama enam hari tersebut lebih banyak menekankan praktik langsung dengan komposisi sekitar 70 persen praktik dan 30 persen teori.
Peserta mendapatkan pembelajaran mengenai tahapan pemijatan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Selain pembelajaran, peserta juga memperoleh perlengkapan pendukung berupa minyak pijat, kain jarik, dan peralatan lainnya.
Mereka turut mendapatkan sertifikat pelatihan dari LPK Jayabaya Nusantara dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri.
Melalui ujian akhir tersebut, penyelenggara berharap dapat mengetahui tingkat pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran.
Bekal teori dan praktik yang diperoleh diharapkan menjadi modal bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha jasa pijat secara mandiri.
























Tinggalkan Balasan