

KEDIRI, Tandaglobal.news — Puluhan pedagang di Pasar Pamenang, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar SMK Bhakti Mulia Pare, Kamis (29/10/2026). Kegiatan bakti sosial ini menyasar maksimal 50 orang untuk meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan di tengah kesibukan berdagang.
Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan asam urat.
Melalui kegiatan ini, pedagang diharapkan dapat mengetahui kondisi kesehatan mereka sebagai langkah awal untuk menjaga kesehatan sehari-hari.
Kepala SMK Bhakti Mulia Pare, Imam Hanafi, mengatakan pasar dipilih sebagai lokasi kegiatan karena pedagang memiliki aktivitas yang padat sehingga perlu memperhatikan kondisi kesehatan.
“Tujuannya agar para pedagang ini tahu tingkat kesehatannya seperti apa, agar mereka bisa mengantisipasi dan menjaga kesehatannya,” ujar Imam.
Kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari program UT Jawa Timur ke-81 yang mendorong sekolah-sekolah dengan jurusan kesehatan untuk melaksanakan bakti sosial.
Meski demikian, pemeriksaan kesehatan gratis bukan kali pertama dilakukan SMK Bhakti Mulia Pare.
Sebelumnya, sekolah tersebut telah beberapa kali mengadakan kegiatan serupa di sejumlah lokasi, seperti area car free day (CFD) dan balai desa.
Pasar Pamenang dipilih karena menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai kalangan sehingga layanan dapat dirasakan langsung oleh warga.
Dalam kegiatan ini, sekolah melibatkan sekitar 10 siswa dan 10 guru.
Para siswa berasal dari jurusan keperawatan dan rekayasa perangkat lunak (RPL), dengan tugas sesuai bidang masing-masing.
Siswa keperawatan membantu pelaksanaan pemeriksaan kesehatan, sedangkan siswa RPL bertugas merekap hasil pemeriksaan.
Dengan begitu, warga tidak hanya mendapatkan pemeriksaan, tetapi juga catatan hasil yang dapat menjadi informasi awal mengenai kondisi kesehatan mereka.
“Untuk anak-anak jurusan keperawatan, tujuan kami agar mereka punya porsi praktik di lapangan. Jadi tidak hanya teori, tetapi juga langsung praktik, bertemu dengan warga atau pasien, belajar cara melayani, dan memberikan sosialisasi,” jelas Imam.
























Tinggalkan Balasan