
KEDIRI, Tandaglobal.news — Truk dump yang masih melintas meski rambu larangan telah terpasang hingga minimnya penerangan di jalan rawan kecelakaan menjadi sejumlah persoalan yang disampaikan warga kepada Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif. Keluhan tersebut disampaikan dalam agenda cangkrukan bersama elemen masyarakat di Lapangan Tenis Bhayangkara Reborn, Mapolres Kediri, Senin (19/10/2026) malam.
Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan di lingkungan masing-masing.
Aspirasi yang disampaikan mencakup keselamatan lalu lintas, infrastruktur jalan, fasilitas bagi pengemudi ojek online (ojol), hingga penanganan warga lanjut usia (lansia) yang membutuhkan pertolongan.
Sasi, Ketua RT 53 Kelurahan Pare, mengeluhkan truk dump yang masih melintas meski larangan telah diberlakukan. Selain mengganggu aktivitas warga, kendaraan berat tersebut dinilai turut memperburuk kondisi jalan.
Menanggapi keluhan itu, Kapolres Kediri menyampaikan bahwa persoalan tersebut akan dibahas melalui forum keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bersama pihak terkait.
Petugas juga akan memberikan teguran kepada truk yang melintas pada siang hari.
Keluhan terkait keselamatan pengguna jalan juga disampaikan Teguh, perwakilan RT 07 Kelurahan Pare. Ia menyoroti minimnya penerangan di kawasan utara Polsek Pare yang dinilai rawan kecelakaan.
Selain itu, warga mengkhawatirkan potensi luapan Sungai Tretek yang dapat berdampak hingga Jalan Semeru.
Kapolres menyatakan akan menjembatani koordinasi dengan instansi berwenang untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
Namun, kepastian waktu penanganan infrastruktur itu belum disampaikan.
“Cangkrukan ini menjadi kesempatan untuk menyampaikan persoalan secara terbuka. Masukan masyarakat kami perlukan agar persoalan yang membutuhkan penanganan kepolisian maupun koordinasi dengan instansi lain bisa ditindaklanjuti,” ujar AKBP Latif.



















Tinggalkan Balasan