

KEDIRI, Tandaglobal.news — Kelalaian mematikan tungku kayu setelah digunakan untuk memasak air diduga menjadi penyebab kebakaran dapur milik Supriyanto, warga Dusun Rembang, Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Senin (12/10/2026).
Kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian material sekitar Rp15 juta.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian pada pukul 12.05 WIB.
Tim berangkat dua menit kemudian dan tiba di lokasi pada pukul 12.13 WIB.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga yang melintas dan melihat api membakar dapur milik korban.
Warga tersebut kemudian melaporkan kejadian itu kepada petugas Damkar Pos Ngadiluwih untuk mendapatkan penanganan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menjelaskan bahwa kebakaran diduga dipicu tungku kayu yang masih menyala setelah digunakan untuk memasak air.
“Dugaan sementara, kebakaran terjadi karena tungku kayu tidak dimatikan setelah digunakan untuk memasak air. Kami mengimbau masyarakat agar selalu memastikan sumber api benar-benar padam setelah selesai memasak, terutama jika menggunakan tungku berbahan bakar kayu,” ujarnya.
Dalam penanganan kejadian tersebut, Damkar Kabupaten Kediri mengerahkan satu unit mobil pemadam berkapasitas 2.500 liter dengan lima personel.
Petugas melakukan pemadaman sesuai standar operasional prosedur (SOP) hingga api berhasil dikendalikan.
Berdasarkan laporan petugas, proses pemadaman berlangsung mulai pukul 12.07 WIB hingga 12.34 WIB.
Tidak ada korban luka ringan, luka berat, maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Meski menimbulkan kerugian material sekitar Rp15 juta, petugas diperkirakan berhasil menyelamatkan aset senilai Rp300 juta.
Kaleb mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang bersumber dari aktivitas rumah tangga.
Penggunaan tungku kayu, kompor, maupun peralatan lain yang menghasilkan panas perlu mendapat perhatian, terutama setelah selesai digunakan.
“Kami meminta masyarakat tidak meninggalkan tungku atau sumber api dalam kondisi masih menyala tanpa pengawasan. Pastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan dapur agar kejadian serupa dapat dicegah,” tegasnya.









Tinggalkan Balasan