JAKARTA, Tandaglobal.news — Smartwatch dan perangkat wearable semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Perangkat yang awalnya dikenal sebagai jam pintar kini banyak digunakan untuk memantau aktivitas fisik, tidur, hingga berbagai indikator kesehatan.
Survei PwC Voice of the Consumer 2026 menunjukkan 86 persen konsumen Indonesia telah menggunakan aplikasi kesehatan atau perangkat wearable. Angka tersebut mencapai 90 persen pada konsumen yang lebih muda.
Pengguna memanfaatkan teknologi tersebut untuk berbagai kebutuhan. Sebanyak 33 persen menggunakannya untuk memantau kualitas tidur, 29 persen untuk memantau aktivitas olahraga, dan 35 persen untuk pengingat konsumsi obat.
Sebanyak 37 persen juga menggunakan perangkat digital untuk membantu meningkatkan kualitas tidur.
Tren tersebut sejalan dengan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap gaya hidup sehat. Survei yang sama mencatat 58 persen konsumen Indonesia rutin melakukan aktivitas kebugaran fisik.
Pada kelompok konsumen muda, angkanya mencapai 61 persen.
Perkembangan smartwatch juga terlihat dari semakin banyaknya fitur yang ditawarkan. Perangkat olahraga terbaru dapat menggunakan GPS, sensor detak jantung, pemantauan tidur, penghitung langkah, hingga analisis latihan untuk berbagai aktivitas seperti berlari, bersepeda, dan berenang.
Namun, meningkatnya penggunaan wearable juga membuat pengguna perlu memahami batasannya. Data dari smartwatch dapat membantu melihat pola aktivitas dan kebiasaan tubuh, tetapi tidak otomatis menggantikan pemeriksaan atau diagnosis tenaga kesehatan.
Bagi masyarakat yang mulai menerapkan gaya hidup aktif, wearable akhirnya bukan hanya aksesori teknologi. Perangkat tersebut menjadi salah satu alat untuk membantu pengguna mengenali kebiasaan sehari-hari dan memantau perkembangan aktivitas fisik mereka.



















Tinggalkan Balasan