
(Foto: Maulana Rahmadha/Tandaglobal.news)
Tandaglobal.news | Kediri – Teknologi Pompa Air Tenaga Surya Hybrid menjadi salah satu inovasi yang menarik perhatian pengunjung dalam Gelar Inovasi dan Teknologi Pertanian (GITP) 2026 yang digelar di lahan pertanian Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Senin (6/7/2026). Teknologi yang dipamerkan oleh CV Deepa Harsa Sentosa tersebut menawarkan solusi penyediaan air irigasi dengan memanfaatkan energi matahari melalui sistem hybrid, sehingga tetap dapat beroperasi dalam berbagai kondisi.
Marketing Komunikasi CV Deepa Harsa Sentosa, Joshua, mengatakan pompa air tersebut dirancang untuk membantu petani memperoleh pasokan air secara lebih efisien dengan memanfaatkan energi terbarukan. Berbeda dengan sistem tenaga surya konvensional, pompa ini juga dapat menggunakan aliran listrik sehingga operasionalnya tetap berjalan saat dibutuhkan.
“Teknologi yang kami hadirkan adalah pompa air tenaga surya hybrid. Jadi selain menggunakan energi matahari, sistem ini juga dapat dioperasikan menggunakan listrik sehingga lebih fleksibel,” ujar Joshua.
Menurutnya, sistem yang digunakan mampu menyerap energi matahari secara optimal sehingga pompa tetap dapat bekerja meskipun intensitas sinar matahari tidak maksimal. Hal tersebut membuat ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian tetap terjaga sepanjang hari.
“Walaupun matahari tidak terlalu terik atau hanya muncul sebentar, sistem tetap mampu bekerja dengan baik karena penyerapan energinya cukup efisien,” jelasnya.
Ia menjelaskan, saat kondisi matahari sedang optimal, pompa akan bekerja menyedot air untuk kemudian ditampung ke dalam tandon atau tempat penampungan. Air yang telah tersimpan tersebut dapat dimanfaatkan pada malam hari maupun saat kebutuhan irigasi meningkat.


Dengan sistem tersebut, petani tidak harus bergantung pada kondisi cuaca untuk memperoleh pasokan air. Ketersediaan air yang tersimpan di dalam tandon diharapkan mampu membantu kegiatan budidaya, terutama ketika menghadapi musim kemarau atau curah hujan yang tidak menentu.
Selain diperuntukkan bagi sektor pertanian, Joshua mengatakan teknologi Pompa Air Tenaga Surya Hybrid juga memiliki potensi dimanfaatkan untuk kebutuhan perkebunan hingga penyediaan air bagi rumah tangga. Fleksibilitas tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan teknologi energi terbarukan di berbagai sektor.
Melalui keikutsertaannya dalam Gelar Inovasi dan Teknologi Pertanian 2026, pihaknya juga ingin mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung aktivitas sehari-hari. Menurutnya, perkembangan teknologi seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempermudah pekerjaan, termasuk di sektor pertanian yang semakin membutuhkan efisiensi.
Joshua juga mengaku terkesan dengan penyelenggaraan Gelar Inovasi dan Teknologi Pertanian 2026. Menurutnya, kegiatan yang berlangsung selama satu pekan tersebut dikemas dengan baik, memiliki area pameran yang luas, serta diikuti banyak peserta dan pengunjung dari berbagai daerah.
“Acara ini sangat bagus, lengkap, areanya luas dan ramai pengunjung. Ini juga menjadi pengalaman pertama kami mengikuti kegiatan seperti ini di wilayah Jawa Timur,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan semacam ini terus diselenggarakan sebagai wadah mempertemukan pelaku industri pertanian dengan para petani, sehingga inovasi yang berkembang dapat dikenal lebih luas dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas sektor pertanian di Indonesia.
Jurnalis: Maulana Rahmadha