SEMARANG, TandaGlobalNews — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan sejumlah opsi transportasi untuk memastikan kelancaran kedatangan kafilah dari berbagai daerah yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI di Semarang. Langkah ini dilakukan menyusul terganggunya sejumlah penerbangan akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Situasi tersebut menjadi perhatian karena sebagian kafilah dijadwalkan melakukan perjalanan melalui atau transit di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Pemerintah Jawa Tengah mencatat ada 10 provinsi yang perjalanan kafilahnya berpotensi terdampak kondisi penerbangan di bandara tersebut.
Kesepuluh provinsi itu adalah Maluku Utara, Papua Tengah, Lampung, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Bangka Belitung, Maluku, dan Aceh.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Agung Pramono, mengatakan kondisi penerbangan perlu diantisipasi karena waktu kedatangan peserta MTQ semakin dekat.
Potensi penyebaran abu vulkanik yang dapat memengaruhi penerbangan menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan pemerintah.
Apabila operasional Bandara Soekarno-Hatta belum kembali normal, kafilah dapat menyesuaikan jadwal penerbangan.
Alternatif lainnya adalah menggunakan moda transportasi darat untuk melanjutkan perjalanan menuju Jawa Tengah.
Dinas Perhubungan Jawa Tengah juga berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan meningkatnya kebutuhan transportasi darat.
Opsi tersebut terutama disiapkan bagi rombongan yang sebelumnya mengandalkan perjalanan udara.
Bandara Ahmad Yani Siaga 24 Jam
Sementara itu, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang meningkatkan kesiapan operasional dengan memberlakukan layanan selama 24 jam sejak Minggu malam, 6 September 2026.
General Manager PT Angkasa Pura Semarang, Sulistyo Yulianto, menjelaskan penambahan waktu operasional dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan penerbangan tambahan maupun pengalihan penerbangan dari bandara lain yang terdampak.
Pengelola bandara juga memantau jadwal perjalanan kafilah yang menuju Jawa Tengah.
Jika rute melalui Jakarta masih mengalami kendala, penerbangan langsung ke Semarang dan sejumlah pilihan rute lainnya akan dikoordinasikan bersama pihak terkait.
Data Angkasa Pura hingga Senin, 7 September 2026 pukul 10.00 WIB mencatat 29 penerbangan di Bandara Ahmad Yani dibatalkan sebagai dampak erupsi Anak Krakatau.
Jumlah tersebut terdiri atas 14 penerbangan keberangkatan dan 15 penerbangan kedatangan.
Pembatalan penerbangan tersebut memengaruhi 3.420 penumpang, dengan rincian 1.842 penumpang keberangkatan dan 1.578 penumpang kedatangan.
Mayoritas penerbangan yang terdampak merupakan penerbangan yang melayani rute Jakarta dan sebaliknya.
Pemantauan Abu Vulkanik di Jawa Tengah
Di tengah gangguan penerbangan, pemantauan kondisi udara di Jawa Tengah belum menunjukkan adanya indikasi abu vulkanik dari Anak Krakatau memasuki wilayah tersebut.
Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo, menjelaskan berdasarkan pemantauan VAAC Darwin, pergerakan angin di lapisan bawah hingga atas saat itu secara umum mengarah ke barat.
Pemantauan melalui paper test yang dilakukan pada 6 dan 7 September di kawasan Bandara Ahmad Yani juga tidak menemukan abu vulkanik.
Pemeriksaan di sejumlah lokasi lain, seperti Tegal, Cilacap, dan Kertajati, juga menunjukkan hasil yang sama.
Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursari Penanggungan, menyampaikan hingga Senin belum ada laporan mengenai dampak erupsi Anak Krakatau yang menimbulkan gangguan signifikan terhadap aktivitas masyarakat di Jawa Tengah.
Meski kondisi masih terkendali, BPBD meminta pemerintah daerah di tingkat kabupaten dan kota tetap meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat juga disarankan mengenakan masker ketika berada di luar ruangan apabila menemukan kondisi berdebu atau terdapat asap.
Pemprov Jawa Tengah terus memperkuat koordinasi antarinstansi untuk memastikan perjalanan kafilah MTQ Nasional XXXI tetap berjalan sesuai rencana.
Berbagai jalur alternatif disiapkan agar gangguan penerbangan tidak menghambat kedatangan peserta dari berbagai provinsi ke Semarang.



















Tinggalkan Balasan