Kediri,Tandaglobal.news-Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia membawa berkah bagi penjual piala atau trofi di Kabupaten Kediri. Permintaan piala meningkat menjelang dan selama rangkaian perlombaan Agustusan yang digelar di berbagai wilayah.
Salah satunya dirasakan oleh Alfian, penjual dan perakit trofi di wilayah Juwah, Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Saat ditemui pada Kamis (20/8/2026). Alfian mengatakan peningkatan pesanan sudah mulai terlihat sejak akhir bulan sebelum Agustus.
Menurutnya, permintaan kemudian semakin ramai menjelang peringatan 17 Agustus. Berbagai lembaga, sekolah, panitia kampung, hingga penyelenggara perlombaan membutuhkan piala sebagai bentuk penghargaan bagi para pemenang.
“Biasanya mulai ramai dari akhir bulan sebelum Agustus. Puncaknya saat mendekati dan pada momen 17 Agustus karena banyak lomba,” katanya.
Alfian menjelaskan, usaha yang dijalankannya berfokus pada proses perakitan atau assembling komponen piala. Ia menyediakan berbagai bentuk dan model yang dapat disesuaikan dengan jenis perlombaan.
Piala yang dipesan pun beragam, mulai dari untuk pertandingan sepak bola, lomba olah vokal, lomba mengaji, hafalan, hingga berbagai kompetisi umum lainnya.
Selain memilih model yang tersedia, pembeli juga dapat melakukan pemesanan khusus sesuai kebutuhan dan anggaran. Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu pertimbangan pelanggan dalam menentukan bentuk dan harga piala.
Untuk harga, Alfian menyebut piala satuan dijual mulai sekitar Rp15 ribu. Sementara paket atau set piala tersedia mulai sekitar Rp60 ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung ukuran, model, dan jumlah piala dalam satu paket.
Selama musim Agustusan, paket piala dengan kisaran harga Rp170 ribu hingga Rp250 ribu per set menjadi salah satu yang paling banyak diminati.
“Pembeli bisa menyesuaikan dengan anggaran. Ada yang memilih model sederhana, ada juga yang pesan set dengan ukuran dan bentuk yang lebih besar,” ucapnya.
Tak hanya saat Agustusan, penjualan piala juga mengalami peningkatan pada momen tertentu, terutama menjelang acara perpisahan dan kelulusan sekolah. Pada waktu-waktu tersebut, sekolah dan lembaga pendidikan menjadi salah satu pasar yang cukup potensial.
Dalam proses pengerjaan, lama penyelesaian pesanan bergantung pada ketersediaan komponen. Jika stok tersedia, pesanan dapat dirakit dan diselesaikan dalam waktu sekitar satu hari. Namun, apabila komponen yang dibutuhkan belum tersedia, proses pengerjaan bisa memakan waktu antara tiga hingga lima hari.
Meski penjualan produk serupa kini banyak tersedia melalui platform daring, Alfian mengaku usahanya masih mengandalkan pasar lokal secara offline. “Pelanggannya sebagian besar berasal dari sekolah, lembaga, dan masyarakat di wilayah sekitar,” pungkasnya.
Reporter: Maulana Rahmadha
Editor: Rizky Rusdiyanto




















Tinggalkan Balasan