Kediri, Tandaglobal.news — Persaingan dengan toko online menjadi tantangan bagi pedagang pakaian di Pasar Karangdinoyo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.Perubahan pola belanja masyarakat yang kini lebih memilih bertransaksi melalui platform digital membuat omzet pedagang mengalami penurunan, Rabu (29/7/2026).

Salah seorang pedagang pakaian, Nanik, mengatakan jumlah pembeli yang datang langsung ke pasar tidak lagi seramai beberapa tahun lalu.

Menurutnya, banyak masyarakat beralih ke toko online karena dinilai lebih praktis serta menawarkan harga yang lebih murah melalui berbagai promo, seperti potongan harga dan gratis ongkos kirim.

“Pembeli memang berkurang. Banyak yang sekarang memilih belanja online karena ada diskon dan gratis ongkir,” ujarnya.

Selain menghadapi persaingan harga, para pedagang juga masih harus menanggung berbagai biaya operasional, mulai dari iuran harian hingga kebutuhan usaha lainnya.

Di sisi lain, tidak semua pedagang memiliki kemampuan maupun modal untuk memasarkan produknya melalui platform digital.

Meski demikian, Nanik memilih tetap bertahan dengan mengandalkan pelayanan langsung kepada pelanggan.

Menurutnya, berbelanja di pasar masih memiliki keunggulan karena pembeli dapat melihat kualitas bahan, mencoba pakaian sebelum membeli, hingga menawar harga secara langsung.

“Kalau belanja di pasar, pembeli bisa pegang kainnya, mencoba ukuran, dan masih bisa tawar-menawar. Itu yang tidak didapat saat belanja online,” katanya.

Fenomena pergeseran pola belanja ini juga menjadi perhatian pemerintah.

Kementerian Perdagangan mencatat tren transaksi masyarakat terus bergeser ke perdagangan digital sehingga pelaku usaha, termasuk pedagang pasar rakyat, didorong untuk mulai beradaptasi melalui pemanfaatan teknologi dan pemasaran daring.

Sebagian pedagang di Pasar Karangdinoyo mulai mencoba memanfaatkan media sosial dan grup WhatsApp untuk menawarkan produk kepada pelanggan.

Langkah tersebut dinilai menjadi cara sederhana untuk mempertahankan pelanggan lama sekaligus menjangkau calon pembeli baru.

Para pedagang berharap pemerintah dapat menghadirkan pelatihan digitalisasi, pemasaran online, hingga pendampingan usaha agar pedagang pasar tradisional mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa kehilangan daya saing.

Upaya tersebut dinilai penting agar pasar tradisional dan perdagangan online dapat berkembang berdampingan sehingga usaha kecil tetap memiliki kesempatan bertahan di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.