Salah satu siswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Jourdan Orlando (18), mengaku senang dapat ikut memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, kegiatan itu menjadi pengalaman tambahan sekaligus kesempatan untuk menerapkan keterampilan yang diperoleh selama belajar dan menjalani PKL di AHASS.
“Senang sekali karena bisa membantu masyarakat yang tidak memiliki uang untuk servis. Kami juga bisa berbagi informasi mengenai kondisi motor secara gratis,” kata Jourdan.
Bagi masyarakat, program tersebut dinilai membantu, khususnya bagi pemilik kendaraan yang sedang memiliki keterbatasan biaya untuk melakukan perawatan rutin.
Salah satu peserta, Yuli (38), menyambut baik adanya kegiatan servis gratis tersebut.
Menurut Yuli, layanan seperti ini memberikan manfaat langsung karena masyarakat dapat melakukan perawatan kendaraan tanpa harus mengeluarkan biaya jasa.
Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar secara rutin.
“Program seperti ini sangat membantu masyarakat. Semoga kegiatan servis gratis seperti ini bisa diadakan lagi karena manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga,” ujar Yuli.
Roni berharap program tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun.
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan itu dinilai mampu menambah pengalaman siswa sekaligus menjadi sarana memperkenalkan kompetensi yang dimiliki sekolah.
Ia juga berharap penyelenggaraan berikutnya mendapat dukungan sponsor dan pendanaan dari pihak terkait.
Pasalnya, sekolah hanya menerima instruksi pelaksanaan sekitar satu minggu sebelum kegiatan berlangsung sehingga persiapan dilakukan dalam waktu yang cukup singkat.



















Tinggalkan Balasan