Kasus tersebut juga memicu desakan dari warga dan wali murid.
Pada 5 Oktober, ratusan warga mendatangi SDN 01 Kebondalem untuk meminta kejelasan mengenai penanganan kasus Aqib serta pertanggungjawaban pihak sekolah.
Di sisi lain, proses hukum terhadap dugaan pelaku masih berjalan.
BACA JUGA:
Sejarah Pabrik Gula Banjardawa, Pemalang Polisi meminta masyarakat tidak membuat kesimpulan sendiri karena kasus tersebut melibatkan anak-anak dan penyidik masih mendalami peran masing-masing pihak.
Pencopotan kepala sekolah menjadi perkembangan administratif terbaru, sementara proses penyidikan polisi dan pemeriksaan forensik masih menentukan secara lebih jelas rangkaian peristiwa yang dialami Aqib sebelum meninggal.
Halaman


















Tinggalkan Balasan