BATANG, Tandaglobal.news — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang membantah kabar yang menyebut adanya korban meninggal dunia dalam kasus dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang. Dinkes memastikan kondisi para pasien yang mendapat perawatan berangsur membaik.
Kepala Dinkes Batang Ida Susilaksmi mengatakan, kondisi pasien yang dipantau hingga Kamis pagi, 24 September 2026, relatif aman.
Sejumlah keluhan yang sebelumnya dirasakan pasien juga mulai berkurang.
“Sejauh saya memantau pagi ini kondisi aman. Tadi pagi saya memantau di RSUD Batang, tadi malam saya kan sampai jam 23.45 WIB, tadi pagi jam 05.30 WIB saya ke situ lagi sampai 06.30 WIB. Aman alhamdulillah, maksudnya kondisinya sudah membaik semua daripada sebelumnya,” kata Ida.
Perbaikan kondisi terlihat dari berkurangnya sejumlah gejala, seperti diare, mual, muntah, dan pusing.
Dinkes Batang juga memastikan tidak ada korban meninggal akibat kejadian tersebut.
Kabar mengenai adanya korban meninggal disebut tidak berkaitan dengan kasus dugaan keracunan MBG.
Sementara itu, jumlah warga yang terdampak dalam kejadian tersebut tercatat sebanyak 276 orang.
Mereka mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan pada Selasa, 22 September 2026.
Dari jumlah tersebut, korban tersebar di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah Batang.
Penanganan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi masing-masing pasien, sementara sebagian lainnya diperbolehkan menjalani pemulihan setelah kondisinya membaik.
Kasus ini bermula setelah makanan MBG dikonsumsi sekitar pukul 11.00 WIB.
Beberapa jam kemudian, sejumlah siswa mulai mengalami keluhan berupa mual, muntah, pusing, sakit perut hingga diare.
Makanan tersebut diproduksi oleh salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekitar 2.700 penerima manfaat dari 11 lembaga pendidikan.
Menu yang dibagikan saat kejadian antara lain nasi putih, telur bolognese, tahu mendoan, sayur campur, dan anggur.
Sejumlah siswa juga disebut mengeluhkan adanya bau pada lauk yang dikonsumsi.
Meski demikian, Dinkes belum menyimpulkan makanan atau bahan tertentu sebagai penyebab kejadian.
Sampel makanan telah diamankan untuk pemeriksaan laboratorium.
Operasional SPPG yang memasok makanan tersebut juga dihentikan sementara selama proses pemeriksaan berlangsung.
Dengan kondisi pasien yang terus membaik, perhatian saat ini beralih pada hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab munculnya keluhan kesehatan pada ratusan penerima MBG tersebut.




















Tinggalkan Balasan