Kediri, TandaGlobalNews– Untuk memperkuat sinergi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat menjadi salah satu langkah Polres Kediri Kota dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kota Kediri.
Hal itu dilakukan Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto saat bersilaturahmi ke kediaman KH. Badrul Huda Zainal Abidin atau Gus Bidin di kawasan Pondok Pesantren Lirboyo, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Rabu (23/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Gus Bidin menyambut baik kedatangan Kapolres Kediri Kota bersama jajaran. Ia juga menyampaikan sejumlah masukan terkait upaya menjaga kondusivitas kegiatan di lingkungan Pondok Pesantren Lirboyo maupun kegiatan masyarakat yang berpotensi diikuti massa dalam jumlah besar.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah munculnya ajakan melalui media sosial atau flyer yang mengaitkan kegiatan pondok dengan perguruan pencak silat tertentu. Menurut Gus Bidin, kondisi tersebut perlu diantisipasi karena dapat memunculkan konvoi dan berpotensi menimbulkan perselisihan di perjalanan.
Ia menjelaskan, kegiatan seperti pengajian maupun sholawatan di lingkungan pondok pada prinsipnya telah diberikan imbauan agar tidak mengundang perguruan tertentu serta tidak menggunakan atribut perguruan.
Gus Bidin juga menyampaikan pandangannya mengenai kegiatan pencak dor yang selama ini berkembang sebagai tradisi di wilayah Kediri dan Blitar. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan milik satu perguruan tertentu, melainkan dapat diikuti berbagai kalangan, termasuk mereka yang bukan berasal dari perguruan pencak silat.
Namun demikian, ia menilai perlu adanya perhatian bersama terhadap aktivitas setelah kegiatan selesai. Pasalnya, potensi gangguan kamtibmas justru dapat muncul ketika peserta meninggalkan lokasi dan kemudian melakukan konvoi.
“Mohon dari pihak kepolisian, khususnya tim cyber, dapat mengantisipasi flyer-flyer yang beredar karena bisa memicu konvoi perguruan,” ujar Gus Bidin dalam pertemuan tersebut.
Ia juga mengusulkan adanya langkah pencegahan terhadap akun-akun yang tidak bertanggung jawab, terutama menjelang kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar.
Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah rencana kegiatan Habib Syech di Lirboyo pada sekitar 8 Oktober 2026. Gus Bidin berharap komunikasi antara pihak pondok dan kepolisian dapat terus dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk ajakan konvoi yang disebarkan melalui media sosial.
Terkait rencana kegiatan pencak dor yang diwacanakan digelar dalam rangka peringatan hari besar nasional maupun oleh Pemerintah Kota Kediri, Gus Bidin menyampaikan bahwa pihaknya siap berkoordinasi sesuai kapasitasnya.
Ia juga berharap apabila kegiatan tersebut dilaksanakan, panitia dapat memperjelas aturan, termasuk larangan penggunaan atribut perguruan dan pengaturan jumlah peserta agar kegiatan berlangsung tertib dan aman.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat komunikasi dengan tokoh agama dan pengasuh pondok pesantren di Kota Kediri.
Kapolres mengaku bersyukur dapat bersilaturahmi secara langsung dengan Gus Bidin setelah sekitar dua bulan menjalankan tugas di Polres Kediri Kota.
“Kami mohon maaf baru bisa bersilaturahmi. Kami sudah sekitar dua bulan bertugas di sini dan baru dapat kesempatan untuk bersilaturahmi,” ungkap AKBP Kresno.
Dalam kesempatan itu, Kapolres juga memperkenalkan pejabat utama Polres Kediri Kota yang turut hadir sekaligus membuka ruang komunikasi terkait berbagai kegiatan masyarakat di wilayah Lirboyo.
Kapolres menilai koordinasi menjadi hal penting, khususnya untuk memperoleh gambaran dan informasi yang komprehensif mengenai kegiatan pondok maupun kegiatan pencak dor yang selama ini dilaksanakan.
“Kami akan meminta data terkait kegiatan di pondok, terutama kegiatan pencak dor, karena yang perlu kita antisipasi adalah situasi setelah kegiatan. Saat kegiatan berlangsung di pondok relatif aman, namun setelah kegiatan terkadang muncul persoalan di luar lokasi,” jelasnya.
Kapolres juga mendorong agar setiap kegiatan dapat memiliki aturan yang jelas, termasuk aspek keamanan dan keselamatan peserta, sehingga pelaksanaannya dapat berlangsung lebih tertib.
Selain itu, komunikasi dan koordinasi akan terus dilakukan apabila terdapat kegiatan di kawasan Lirboyo maupun kegiatan pencak dor yang digelar di luar lingkungan pondok.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan sebagai bahan pertimbangan kepolisian dalam melakukan pengamanan serta memberikan rekomendasi terhadap kegiatan yang akan dilaksanakan.
“Kita saling komunikasi dan koordinasi apabila ada kegiatan di Lirboyo maupun kegiatan pencak dor, baik di Lirboyo maupun di luar pondok, untuk mengantisipasi adanya konvoi maupun potensi gangguan kamtibmas,” tutur Kapolres.
Kapolres menegaskan, Polres Kediri Kota terbuka terhadap masukan dari tokoh agama dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan pola pengamanan yang lebih tepat sekaligus memastikan berbagai kegiatan masyarakat berjalan aman, tertib dan kondusif.
“Harapan kami, kita bisa saling berkoordinasi dan bekerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Kediri,” pungkas AKBP Kresno Wisnu Putranto.
Editor: Rizky Rusdiyanto




















Tinggalkan Balasan