Kediri, TandaGlobalNews–Kota Kediri keluar sebagai juara umum Kejuaraan Paralimpik Provinsi (Keparprov) Jawa Timur 2026 yang berlangsung di Kompleks Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Surabaya, Jawa Timur.
Kota Kediri mengunci predikat juara umum setelah mengoleksi sembilan medali emas, dua perak, dan tiga perunggu pada ajang yang digelar Sabtu (19/9/2026).
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri, Un Achmad Nurdin, menyampaikan, pencapaian ini menandai tren peningkatan prestasi atlet paralimpik daerah secara konsisten dalam tiga edisi terakhir.
“Alhamdulillah, Kota Kediri berhasil meraih juara umum pada Keparprov 2026. Ini menunjukkan peningkatan signifikan setelah berada di peringkat keempat pada 2024 dan naik ke peringkat ketiga pada 2025,” jelasnya.
Ia menuturkan bahwa kunci keberhasilan kontingen tidak lepas dari kerja keras para atlet, pelatih, serta dukungan atlet senior paralimpiade yang memberikan motivasi bagi para atlet muda.
Dari sisi efektivitas, Kota Kediri tercatat hanya menerjunkan 10 atlet pada cabang olahraga para-atletik. Namun, jumlah kontingen yang efisien tersebut mampu menyumbangkan total 14 medali di nomor lari 100 meter, 200 meter, 400 meter, lempar lembing, serta lempar peluru.
Un Achmad menambahkan, Disbudparpora Kota Kediri terus berkomitmen menyokong pembinaan melalui alokasi dana hibah kepada National Paralympic Committee (NPC) Kota Kediri guna menunjang kebutuhan latihan, peningkatan keterampilan, dan kualitas atlet secara berkelanjutan.
”Kami berharap dukungan dari masyarakat terus mengalir tidak hanya saat kejuaraan, agar para atlet terpacu mengukir prestasi di level yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Kejuaraan Paralimpiade Provinsi (Keparprov) Jatim Tahun 2026 mempertandingkan para atletik dan bola voli duduk yang diikuti oleh atlet dan ofisial dari 35 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Dalam ajang ini, Komite Paralimpiade Indonesia Provinsi Jawa Timur (NPCI Jawa Timur) menerapkan pembagian kelompok usia pada cabang olahraga para atletik. Peserta dibagi dalam dua kelompok usia, yakni 10–19 tahun dan 20–35 tahun.
Kebijakan ini baru pertama kali diterapkan sebagai upaya untuk memperkuat regenerasi dan pembinaan atlet disabilitas secara berjenjang. Sementara itu, berbeda dengan para atletik, pada bola voli duduk NPCI Jawa Timur tidak menerapkan pembatasan kelompok usia. Kebijakan tersebut disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing cabang olahraga.
Editor: Rizky Rusdiyanto




















Tinggalkan Balasan