
KEDIRI, Tandaglobal.news — Kepolisian Sektor (Polsek) Plemahan, Polres Kediri, meluncurkan program “Polisi Pengasuh Siswa” sebagai bentuk kepedulian aparat kepolisian dalam membentuk karakter pelajar sekaligus menekan kenakalan remaja dan pelanggaran lalu lintas di kalangan pelajar.
Kapolsek Plemahan, AKP Ardian Wahyudi, menjelaskan program tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran dan kedisiplinan dari dalam diri siswa.
Melalui program ini, polisi turun langsung ke sekolah-sekolah untuk ikut mengasuh dan mengarahkan para pelajar.
“Polisi pengasuh siswa adalah bentuk kepedulian Polsek Plemahan dalam mengarahkan pelajar untuk taat terhadap aturan. Diharapkan siswa ini tidak hanya taat karena takut kepada guru, orang tua, atau petugas, melainkan benar-benar patuh pada aturan meskipun tanpa diawasi,” jelas AKP Ardian Wahyudi usai memimpin kegiatan di SMK Putra Harapan Plemahan.
AKP Ardian Wahyudi memaparkan, sasaran program ini mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK sederajat.
Dalam pelaksanaannya, jajaran Polsek Plemahan, mulai dari Kapolsek, Kanit Binmas, hingga staf, terjun langsung ke lapangan untuk berinteraksi dengan siswa.
Metode yang digunakan dikemas secara interaktif melalui kolaborasi dua arah antara polisi dan siswa.
Materi yang disampaikan mencakup pembinaan etika dan akhlak hingga edukasi keselamatan berlalu lintas, termasuk pentingnya menggunakan helm bagi pengendara.
“Kami juga selipkan kuis-kuis berhadiah untuk mencairkan suasana. Kami tes keluwesan mereka dengan pertanyaan sederhana, seperti siapa nama kepala sekolahnya, nama Kapolsek, hingga pertanyaan terkait aturan lalu lintas seperti apa pengertian SIM dan STNK,” tambahnya.
AKP Ardian Wahyudi menegaskan, program “Polisi Pengasuh Siswa” mengedepankan asas pembinaan yang komprehensif.
Jika ditemukan pelajar yang melanggar aturan lalu lintas atau terlibat kenakalan remaja, pihak kepolisian tidak bertindak secara sepihak.
“Kalau ada pelanggaran, kita akan panggil orang tuanya, perangkat desa, dan gurunya. Kita duduk bersama dari pihak Polsek untuk melakukan pembinaan. Tujuannya adalah sinergi pengawasan: guru mengawasi di sekolah, perangkat desa di lingkungan, orang tua di keluarga, dan polisi hadir mengasuh sebagai pengendali,” urainya.
Meski demikian, AKP Ardian Wahyudi menyadari bahwa mengubah kebiasaan siswa membutuhkan proses.
Kendala di lapangan adalah tidak semua siswa bisa langsung taat aturan dalam waktu singkat.
Namun, pihaknya optimistis pendekatan yang dilakukan secara terus-menerus dan perlahan dapat menyelamatkan masa depan anak-anak dari hal-hal negatif.
Menutup kegiatan tersebut, Kapolsek Plemahan memberikan pesan dan imbauan khusus bagi seluruh pelajar di Kabupaten Kediri.
“Imbauan kami, taatilah aturan dimanapun berada tanpa harus menunggu diawasi. Yang kedua, jadilah pelajar yang taat dan tawadhu (rendah hati dan hormat) terhadap orang tua dan guru, karena itu adalah kunci meraih kesuksesan,” pungkasnya.










Tinggalkan Balasan