Di sisi lain, kondisi pasokan gabah di tingkat penggilingan mulai mengalami penurunan.

Kepala Dinasti Swalayan Pare, Sony Herlambang, mengatakan harga gabah di tingkat petani sempat mencapai Rp8.500 per kilogram dalam dua bulan terakhir.

Dalam sepekan terakhir, harga tersebut turun menjadi sekitar Rp8.000 hingga Rp8.100 per kilogram.

Sony Herlambang mengatakan persediaan gabah di tingkat penggilingan juga semakin terbatas karena musim panen mulai berakhir.

Penggilingan yang biasanya memiliki stok untuk kebutuhan sekitar dua bulan kini hanya memiliki sekitar 100 ton gabah, atau cukup untuk memenuhi produksi sekitar lima hari.

“Kondisi bahan baku sekarang memang terbatas. Produksi kami sekitar 10 ton per hari dan hasilnya langsung kami distribusikan ke pasar. Kami tetap berproduksi untuk menjaga pasokan dan kebutuhan pelanggan,” kata Sony Herlambang.

Sony Herlambang berharap pemerintah dan Bulog dapat menambah pasokan beras medium dan premium ke pasar.

Menurutnya, tambahan pasokan dapat membantu menjaga kestabilan harga gabah dan beras sekaligus mendukung kelancaran produksi penggilingan.

Satgas Pangan Kabupaten Kediri memastikan pemantauan stok dan harga beras akan terus dilakukan.

Langkah tersebut bertujuan menjaga ketersediaan beras di pasaran sekaligus memastikan harga yang dibayarkan masyarakat tetap sesuai dengan ketentuan.