LUMAJANG, Tandaglobal.news — Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih berlangsung hingga Senin (7/9/2026) pagi. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali mengalami erupsi pada dini hari, meski tinggi kolom letusan tidak dapat diamati secara visual. Pemantauan tetap dilakukan untuk melihat perkembangan aktivitas vulkanik dan memastikan rekomendasi keselamatan masyarakat dapat diterapkan sesuai kondisi terbaru di lapangan oleh petugas terkait secara berkala setempat.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 04.50 WIB. Aktivitas tersebut terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum 17 milimeter dan berlangsung selama 112 detik.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru menyebut tinggi kolom erupsi tidak teramati pada kejadian tersebut. Namun, rekaman seismograf menunjukkan aktivitas letusan masih berlangsung di Gunung Semeru.

Aktivitas tersebut melanjutkan erupsi yang terjadi pada Minggu (6/9/2026). Saat itu, Gunung Semeru dilaporkan mengalami erupsi sekitar empat hingga lima kali dalam satu jam. Kolom abu pada sejumlah erupsi teramati mencapai ketinggian sekitar 1.000 meter di atas puncak.

Meskipun erupsi masih berlangsung, kondisi tersebut disebut belum mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar kawasan Gunung Semeru. Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto menyatakan situasi masih aman, tetapi masyarakat tetap diminta memperhatikan batas wilayah yang harus dihindari.

Saat ini Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Wilayah tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar yang dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak.

Larangan aktivitas juga berlaku dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut memiliki potensi bahaya lontaran batu pijar. Masyarakat diminta tidak mendekati area tersebut untuk menghindari risiko akibat aktivitas vulkanik.

PVMBG turut mengingatkan warga mewaspadai kemungkinan awan panas, guguran lava, serta lahar yang dapat mengalir melalui sungai maupun lembah berhulu di puncak Semeru. Beberapa jalur yang perlu mendapat perhatian antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan, terutama ketika terjadi hujan di kawasan puncak.

Dengan aktivitas erupsi yang masih terjadi, masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau tetap mengikuti arahan petugas serta informasi resmi dari PVMBG dan BPBD. Warga juga diminta tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya hingga terdapat perubahan rekomendasi dari pihak berwenang.