Proses produksi juga dilakukan dengan menyesuaikan pesanan pelanggan. Untuk mengejar target pengerjaan, proses pembuatan kostum kerap dilakukan hingga malam hari.
Ifan mengatakan pengerjaan bahkan dapat berlangsung sampai sekitar pukul 02.00 WIB.
Meski kostum disewakan kepada berbagai pelanggan, kerusakan selama penggunaan menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan.
Jawa Art melakukan perbaikan terhadap kostum yang mengalami kerusakan setelah digunakan penyewa sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap koleksi kostum yang dimiliki.
Selain persewaan, Jawa Art juga menjual kostum berdasarkan pesanan. Pelanggan dapat mengajukan desain tertentu, kemudian kostum dibuat sesuai request.
Harga kostum juga bervariasi tergantung jenis, ukuran, tingkat kerumitan, dan kelengkapannya.
Untuk kostum maskot, harga persewaan dapat mencapai sekitar Rp500 ribu hingga Rp600 ribu.
Sementara itu, kostum maskot naga yang pernah digunakan untuk kegiatan di Jember memiliki nilai sekitar Rp700 ribu. Harga tersebut sudah termasuk kelengkapan seperti pakaian dan sepatu.
Ifan mengatakan promosi Jawa Art saat ini tidak hanya mengandalkan pelanggan lama.
Media sosial seperti TikTok turut dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai model kostum dan aktivitas Jawa Art saat mengikuti sejumlah event.
Menurutnya, keberadaan media sosial membantu masyarakat mengetahui model kostum yang tersedia sekaligus memperluas jangkauan promosi.
Jawa Art juga tetap aktif mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.
Ifan berharap kegiatan karnaval dan perlombaan tetap berjalan sehingga permintaan terhadap kostum kreatif dapat terus tumbuh.
Ia juga ingin semakin banyak orang tertarik mengembangkan kreativitas dalam pembuatan kostum.
Karnaval tetap berjalan, meskipun bentuk kegiatannya berbeda. Kami juga banyak mengikuti lomba dan berharap semakin banyak kreator kostum yang berkembang,” pungkas Ifan.




















Tinggalkan Balasan