
Tandaglobal.news | Kediri – Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Kediri bekerja sama dengan PKK Pokja 1 kembali menggelar Festival Anak Sholeh (FAS) 2026 sebagai wadah bagi pelajar untuk mengembangkan bakat, minat, dan karakter. Kegiatan tahunan tersebut berlangsung di Pendopo Panjalu Jayati, Jalan Brigadir Jenderal Katamso Nomor 38, Kelurahan Kampung Dalem, Kecamatan Kota, Kota Kediri, Selasa (21/7/2026).
Festival Anak Sholeh diikuti pelajar tingkat SMP dan SMA dari berbagai wilayah di Kabupaten Kediri. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga bertujuan membentuk generasi muda yang berakhlak baik, memiliki semangat nasionalisme, serta mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.
Perwakilan Bagian Kesra Kabupaten Kediri, Ardian, mengatakan Festival Anak Sholeh merupakan program yang rutin diselenggarakan setiap tahun sebagai sarana pembinaan sekaligus pengembangan potensi generasi muda.
“Festival Anak Sholeh kami laksanakan secara rutin setiap tahun sebagai wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, minat, dan potensi mereka dalam kegiatan yang positif,” ujar Ardian.
Ia menjelaskan, proses pendaftaran dilakukan secara sukarela melalui Google Form sehingga seluruh pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Kediri memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti perlombaan.
Antusiasme peserta pada tahun ini mengalami peningkatan. Jumlah pendaftar tercatat hampir mencapai 400 orang, lebih banyak dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, jumlah peserta tahun ini meningkat dan hampir mencapai 400 orang. Ini menunjukkan antusiasme anak-anak semakin tinggi,” kata Ardian.
Festival Anak Sholeh 2026 mempertandingkan tiga cabang lomba, yakni Lomba Menyanyi Religi, Lomba Pengucapan Pembukaan UUD 1945, dan Muslimah Beauty Contest yang digelar pada hari kedua. Lomba Pengucapan Pembukaan UUD 1945 menjadi kategori baru yang untuk pertama kalinya diperkenalkan pada penyelenggaraan tahun ini.
Penilaian dilakukan sesuai dengan karakter masing-masing cabang lomba. Pemenang Lomba Pengucapan Pembukaan UUD 1945 diumumkan pada hari pertama, sedangkan Lomba Menyanyi Religi diawali dengan seleksi untuk menentukan enam peserta terbaik yang berhak melaju ke babak final.
Menurut Ardian, penambahan kategori Lomba Pengucapan Pembukaan UUD 1945 merupakan upaya menanamkan semangat nasionalisme kepada generasi muda, sekaligus menyeimbangkannya dengan pembinaan karakter religius.
“Kami berharap anak-anak tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kecintaan kepada bangsa dan mampu menyalurkan potensinya di tempat yang tepat,” tuturnya.
Melalui Festival Anak Sholeh 2026, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap semakin banyak generasi muda yang berani mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki. Kegiatan ini juga diharapkan terus menjadi sarana pembinaan karakter sekaligus melahirkan talenta-talenta muda yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.




















Tinggalkan Balasan