
KEDIRI, Tandaglobal.news — Selesainya pembangunan Jembatan Kaliombo di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Kediri, membawa perubahan terhadap aktivitas kendaraan dan perekonomian di kawasan tersebut. Setelah akses kembali berfungsi, aktivitas di SPBU Kaliombo mulai bergeliat dan volume penjualan BBM telah kembali ke kondisi normal, Jumat (28/8/2026).
Pengawas atau Supervisor SPBU Kaliombo Kota Kediri, Faisal, mengatakan kondisi SPBU saat ini sudah kembali ramai.
Kendaraan yang sebelumnya menggunakan jalur alternatif kini kembali melintas di Jalan Urip Sumoharjo sehingga jumlah konsumen yang datang untuk mengisi BBM meningkat.
“Sekarang setelah jembatan selesai dan dibuka, kondisi sudah kembali normal. Kendaraan yang lewat juga sudah ramai lagi sehingga penjualan BBM kembali seperti sebelum pembangunan,” ujar Faisal.
Menurut Faisal, ramainya kembali arus kendaraan memberikan pengaruh langsung terhadap aktivitas pelayanan di SPBU.
Kendaraan pribadi, kendaraan umum, hingga kendaraan berukuran besar yang sebelumnya tidak melintas di kawasan tersebut kini kembali menggunakan akses Jembatan Kaliombo.
Kondisi tersebut berbeda dengan saat pembangunan berlangsung. Ketika akses jembatan belum dapat dilalui, jumlah kendaraan yang melintas di depan SPBU berkurang sehingga penjualan BBM ikut terdampak.
Volume penjualan yang sebelumnya mencapai sekitar 15 hingga 17 ton per hari sempat turun menjadi hanya 5 sampai 6 ton per hari.
“Waktu pembangunan memang penjualan turun cukup banyak. Omzet kami bisa turun sekitar 70 persen. Sekarang sudah kembali normal karena kendaraan sudah banyak yang lewat lagi,” katanya.
Faisal menambahkan, normalnya kembali aktivitas kendaraan juga membuat pola pelayanan SPBU kembali seperti sebelum pembangunan.
Pihak SPBU kini dapat melayani konsumen selama 20 jam, mulai pukul 04.00 WIB hingga 24.00 WIB.
Sebelumnya, pihak SPBU harus menyesuaikan jam operasional selama akses jembatan ditutup.
Waktu pelayanan dipangkas menjadi pukul 05.00 WIB hingga 21.00 WIB karena jumlah kendaraan yang melintas mengalami penurunan.
Menurutnya, keberadaan Jembatan Kaliombo memiliki peran penting terhadap mobilitas masyarakat di kawasan Jalan Urip Sumoharjo.
Kembali dibukanya akses tersebut membuat masyarakat tidak perlu lagi menggunakan jalur alternatif untuk melintasi kawasan tersebut.
Selain SPBU, normalisasi arus kendaraan juga memberikan peluang bagi pedagang dan pelaku UMKM di sekitar jembatan untuk kembali mendapatkan konsumen.
Meningkatnya mobilitas masyarakat dinilai dapat menghidupkan kembali aktivitas perdagangan yang sempat mengalami penurunan selama pembangunan berlangsung.
Faisal berharap kondisi tersebut dapat terus bertahan sehingga seluruh pelaku usaha di sekitar Jembatan Kaliombo dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal.
“Kami berharap setelah jembatan selesai, aktivitas di kawasan ini semakin ramai. Tidak hanya SPBU, tetapi pedagang dan UMKM sekitar juga mudah-mudahan kembali ramai dan omzetnya meningkat,” ujarnya.
Jembatan Kaliombo sendiri telah kembali dibuka untuk kendaraan pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB setelah pengerjaan pembangunan utama selesai.
Dengan selesainya pembangunan tersebut, akses Jalan Urip Sumoharjo kembali dapat digunakan masyarakat secara normal.
Kembali normalnya aktivitas SPBU menjadi salah satu dampak positif dari selesainya pembangunan Jembatan Kaliombo.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pulihnya akses transportasi turut berpengaruh terhadap pergerakan ekonomi masyarakat di kawasan sekitarnya.




















Tinggalkan Balasan