Menurutnya, kondisi kesejahteraan anggota TNI saat ini jauh berbeda dibanding ketika dirinya masih aktif berdinas.

Ia mengaku, pada masa awal pengabdiannya, gaji yang diterima sangat terbatas.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia harus mengatur pengeluaran sebaik mungkin.

“Jauh beda sekali. Kita gajinya waktu itu kecil sekali. Pokoknya cukup untuk dimakan, alhamdulillah. Caranya bagaimana supaya sampai,” katanya.

Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak membuatnya menyesali perjalanan pengabdian yang telah dijalani.

Ia bersyukur dapat menyelesaikan masa dinas hingga pensiun dan kini menikmati kehidupan bersama keluarga di kampung halaman, Kediri.

Suwadi juga menyimpan harapan terhadap perhatian pemerintah kepada para veteran.

Ia menilai masih ada perbedaan kesejahteraan antara veteran berdasarkan jenis penugasan yang pernah dijalani.

Menurutnya, veteran yang pernah bertugas dalam operasi tertentu di Timor Timur memperoleh sejumlah penghargaan dan tunjangan, sementara veteran yang menjalankan misi perdamaian tidak mendapatkan tunjangan serupa.

“Kalau bisa ya harusnya disamakan, dikasih kesejahteraan, tunjangan yang lebih baik,” harapnya.

Bagi Suwadi, perhatian terhadap veteran bukan semata persoalan materi.

Menurutnya, para veteran memiliki sejarah pengabdian yang patut dihargai dan dikenang oleh generasi penerus.

Kini, setelah melewati perjalanan panjang sebagai prajurit, Suwadi memilih menitipkan pesan sederhana kepada generasi muda Indonesia.

Pesan itu lahir dari pengalaman puluhan tahun menjalani kehidupan sebagai seorang prajurit.

Ia meminta anak-anak muda tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar dan membangun karakter yang baik.

“Untuk anak Indonesia haruslah belajar yang benar-benar belajar. Lurus, satu, yang jujur itu. Di manapun tempatnya, kerjanya harus jujur. Insyaallah selamat dunia dan akhirat,” pesannya.

Bagi Suwadi, pesan tersebut mungkin terdengar sederhana.

Namun, setelah puluhan tahun menyaksikan berbagai perubahan negeri dan menjalani penugasan di sejumlah wilayah, kejujuran menjadi nilai yang tetap ia yakini sebagai bekal penting bagi generasi penerus bangsa.