Modernisasi juga mulai menyentuh sektor hilir.

Salah satunya melalui bantuan seperangkat mesin pascapanen kopi yang diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kopi lokal.

Menurut Sukadi, kopi tidak seharusnya berhenti sebagai komoditas yang dipanen kemudian langsung dijual dalam bentuk bahan mentah.

Dengan dukungan peralatan pengolahan dan pembinaan, petani didorong menghasilkan produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

“Ini bagian hilirisasi kami. Kopi di Kediri jangan hanya dipanen kemudian dijual. Dengan pengolahan ini, kopi dari desa bisa mempunyai nilai lebih,” ujarnya.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Kediri untuk membangun sektor pertanian yang lebih modern, produktif, sekaligus memiliki prospek ekonomi bagi generasi berikutnya.

Dengan demikian, bantuan alsintan tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan hasil produksi.

Lebih jauh, teknologi diharapkan mampu mengubah ekosistem pertanian desa menjadi lebih efisien, menciptakan lapangan kerja baru, serta membuat profesi petani semakin relevan bagi generasi muda.