
KEDIRI, Tandaglobal.news — Pemerintah Kabupaten Kediri tidak hanya mendorong peningkatan produksi pertanian melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), tetapi juga menjadikan modernisasi sebagai salah satu strategi menghadapi persoalan regenerasi petani.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Sukadi, mengatakan penggunaan teknologi dalam aktivitas pertanian diharapkan dapat mengubah pandangan generasi muda terhadap sektor yang selama ini identik dengan pekerjaan berat dan konvensional.
Menurutnya, jumlah petani berusia lanjut masih cukup dominan, sementara minat anak muda untuk terjun ke sektor pertanian belum sebanding.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah kebutuhan menjaga produktivitas pangan daerah.
“Petani tua paling banyak, anak-anak muda sedikit yang mau bertani. Oleh sebab itu, dengan alat-alat mesin pertanian ini kami ingin mendorong anak-anak muda supaya mereka juga mau menjadi petani,” kata Sukadi.
Modernisasi tersebut mulai diterapkan melalui berbagai bantuan alsintan yang disalurkan kepada kelompok tani.
Pada penyerahan bantuan 5 Agustus 2026, Pemkab Kediri memberikan 216 unit alsintan dan irigasi perpipaan, yang terdiri dari traktor roda empat, traktor roda dua, rice transplanter, kultivator, drone pertanian, alat pascapanen kopi, serta 143 unit irigasi perpipaan.
Bagi Sukadi, penggunaan teknologi bukan sekadar menggantikan tenaga manusia, tetapi juga membuka peluang pekerjaan baru bagi anak muda di pedesaan.
Ia mencontohkan penggunaan rice transplanter yang dapat membantu petani mengatasi keterbatasan tenaga kerja saat musim tanam.
Dengan alat tersebut, proses penanaman padi dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
Hal serupa terlihat pada pemanfaatan drone pertanian. Satu unit drone disebut mampu membantu penyemprotan tanaman hingga sekitar 7 hektare dalam sehari, terutama untuk menangani serangan hama maupun penyakit tanaman.
“Yang menyelesaikan pasti anak-anak muda karena menggunakan teknologi semua,” ujarnya.
Selain mempercepat pekerjaan di lahan, Pemkab Kediri juga mendorong agar alsintan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
Sukadi menyebut satu unit traktor dapat dioperasikan oleh dua hingga tiga orang sehingga menciptakan aktivitas ekonomi baru di tingkat kelompok tani.
“Alat-alat ini bagaimana bisa mendatangkan uang. Kami punya Brigade Dinas maupun alat yang disampaikan langsung kepada kelompok tani supaya ada kolaborasi yang baik,” jelasnya.
Pemerintah daerah juga mendorong para operator alsintan untuk mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Dengan demikian, modernisasi pertanian tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produktivitas, tetapi sekaligus membuka peluang kerja dan memberikan perlindungan sosial bagi pekerjanya.
Di sisi lain, modernisasi juga diarahkan untuk menghadapi tantangan perubahan iklim.
Memasuki musim kemarau yang diperkirakan panjang, Pemkab Kediri menyiapkan pembangunan 532 titik sumur submersible pada 2026.
Sebelumnya, sebanyak 221 unit pompa air yang telah diterima kelompok tani juga telah diverifikasi dan dipastikan siap digunakan.
Sukadi menyebut kebutuhan infrastruktur air masih akan terus diperjuangkan.
Selain 532 titik yang direncanakan dibangun tahun ini, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan dokumen pengajuan tambahan kepada pemerintah pusat.
“Musim kemarau ini sangat ekstrem dan membahayakan. Insyaallah tahun ini akan kita bangun 532 titik sumur submersible,” katanya.
Modernisasi juga mulai menyentuh sektor hilir.
Salah satunya melalui bantuan seperangkat mesin pascapanen kopi yang diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kopi lokal.
Menurut Sukadi, kopi tidak seharusnya berhenti sebagai komoditas yang dipanen kemudian langsung dijual dalam bentuk bahan mentah.
Dengan dukungan peralatan pengolahan dan pembinaan, petani didorong menghasilkan produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
“Ini bagian hilirisasi kami. Kopi di Kediri jangan hanya dipanen kemudian dijual. Dengan pengolahan ini, kopi dari desa bisa mempunyai nilai lebih,” ujarnya.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Kediri untuk membangun sektor pertanian yang lebih modern, produktif, sekaligus memiliki prospek ekonomi bagi generasi berikutnya.
Dengan demikian, bantuan alsintan tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan hasil produksi.
Lebih jauh, teknologi diharapkan mampu mengubah ekosistem pertanian desa menjadi lebih efisien, menciptakan lapangan kerja baru, serta membuat profesi petani semakin relevan bagi generasi muda.




















Tinggalkan Balasan